Sistem Kelistrikan Belum Tersebar Merata, Menteri ESDM Dorong Teknologi Ini

Kompas.com - 30/10/2020, 11:42 WIB
Menteri ESDM RI Arifin Tasrif, saat menjadi keynote speaker dalam Digital Indonesia International Geothermal Convention (DIGGC) 2020, Selasa (8/9/2020). DOK. Ditjen EBTKEMenteri ESDM RI Arifin Tasrif, saat menjadi keynote speaker dalam Digital Indonesia International Geothermal Convention (DIGGC) 2020, Selasa (8/9/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM) Arifin Tasrif, mengakui, sistem distribusi kelistrikan yang terpusat belum mampu menjangkau seluruh wilayah di Indonesia.

Hal tersebut utamanya diakibatkan keterbatasan ekonomi dan kondisi geografis.

Oleh karenanya, untuk dapat mewujudkan sistem kelistrikan yang tangguh, Arifin menyebutkan perlunya lokalitas energi, pembangkit listrik yang fleksibel, dan lebih banyak lagi sistem interkoneksi.

Baca juga: Kelistrikan Sulbar dan Sulteng Tersambung, PLN Hemat Rp 137,8 Miliar

"Dengan pemanfaatan sumber energi terbarukan lokal yang tersedia di setiap wilayah, microgrids dapat digunakan sebagai solusi untuk menciptakan wilayah mandiri energi untuk wilayah terpencil dan terdepan," katanya dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (30/10/2020).

Lebih lanjut Arifin menjelaskan, microgrids dirancang untuk mencapai fleksibilitas jaringan dan kemampuan pemrosesan data.

Fleksibilitas diperoleh melalui kombinasi berbagai sumber energi terbarukan, seperti matahari dan angin, dengan baterai dan genset diesel yang terhubung ke jaringan pusat.

"Lebih penting lagi, microgrids juga sejalan dengan target pemerintah untuk mengurangi emisi karbon dan meningkatkan porsi penggunaan energi terbarukan," ujarnya.

Baca juga: Sistem Kelistrikan Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah Akhirnya Tersambung

Untuk mencapai target-target penurunan emisi karbon sekaligus meningkatkan porsi penggunaan energi terbarukan, Arifin menambah, telah diimplementasikan berbagai aturan yang disertai dengan kegiatan research and development.

Indonesia juga disebut tengah berupaya menerapkan metode yang lebih cerdas dalam bisnis energi, sehingga industri energi nasional siap bersaing dalam pasar global industri 4.0.

Saat ini Indonesia memiliki total potensi energi terbarukan lebih dari 400 GW, namun pemanfaatan potensi tersebut masih berkisar 10 GW.

Untuk meningkatkan porsi Variable Renewable Energy (VRE) dalam sistem kelistrikan, Pemerintah telah mulai memasukkan Floating Solar PV bersama dengan Pembangkit Listrik Tenaga Air yang ada untuk memitigasi masalah intermittency dari Pembangkit Listrik PV.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X