BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Kartu Prakerja

Begini Cara Program Kartu Prakerja Mendorong Akselerasi Inklusi Keuangan Indonesia

Kompas.com - 30/10/2020, 17:18 WIB
Acara seminar bertema Sinergi dalam Program Kartu Prakerja untuk Akselerasi Inklusi Keuangan yang diselenggarakan di Jakarta, Rabu (14/10/2020). Dok. Kartu PrakerjaAcara seminar bertema Sinergi dalam Program Kartu Prakerja untuk Akselerasi Inklusi Keuangan yang diselenggarakan di Jakarta, Rabu (14/10/2020).

KOMPAS.com – Pemerintah melalui Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja kembali menunjuk satu perusahaan layanan keuangan digital untuk menyalurkan dana insentif bagi para peserta program Kartu Prakerja.

Pada Rabu (14/10/2020), pemerintah resmi menjalin kemitraan dengan dompet digital DANA. Kemitraan itu terwujud dengan penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Penyediaan Layanan Jasa Penyaluran Dana Insentif dalam Program Kartu Prakerja.

Dengan demikian, DANA menjadi satu dari lima platform mitra pembayaran program Kartu Prakerja, yakni LinkAja, BNI, OVO, dan Gopay.

Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari menjelaskan, sinergi dengan berbagai platform keuangan digital itu dilakukan demi mendukung pelaksanaan program Kartu Prakerja yang menerapkan 100 persen digital.

Baca juga: Kolaborasi Lintas Sektoral, Kunci Memaksimalkan Manfaat Kartu Prakerja

Menurut Denni, kemitraan yang dijalin antara pemerintah dan perusahaan keuangan berbasis teknologi itu penting agar program terselenggara dengan mudah, cepat, efisien, aman, tepat sasaran, dan tepat jumlah pada skala besar.

“Transformasi digital dibutuhkan bagi Indonesia sebagai negara yang besar dan berbentuk kepulauan. Selain itu, transformasi digital juga sangat diperlukan bagi negara kita untuk tumbuh di masa pandemi,” kata Denni dalam rilis yang diterima Kompas.com, Senin (26/10/2020).

Seperti diketahui, dana insentif sebesar Rp 3.550.000 langsung dikirimkan secara virtual lewat rekening bank atau akun dompet digital (e-wallet) para peserta pelatihan Kartu Prakerja.

Mengakselerasi inklusi keuangan

Langkah pemerintah menggandeng platform keuangan digital dalam pelaksanaan program Kartu Prakerja itu ternyata berkontribusi dalam mengakselerasi inklusi keuangan masyarakat Indonesia.

Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan jumlah kepemilikan rekening bank dan e-wallet para peserta Kartu Prakerja. Berdasarkan hasil Survei Evaluasi ke-2 Kartu Prakerja, dari total 5,6 juta peserta, sebanyak 76 persen memiliki rekening e-wallet dan 24 persen memiliki rekening bank.

Padahal, kata Denni, sebelum mengikuti program Kartu Prakerja, sebanyak 13 persen penerima tidak mempunyai rekening, baik di bank maupun e-wallet.

“Jumlah 13 persen dari 5,6 juta penerima Kartu Prakerja itu setara dengan 728.000 orang yang sekarang memiliki rekening primer berkat keikutsertaannya dalam Program Kartu Prakerja,” ungkap Denni dalam diskusi bertema Sinergi dalam Program Kartu Prakerja untuk Akselerasi Inklusi Keuangan di Jakarta yang menandai kemitraan Kartu Prakerja dengan DANA itu.

Baca juga: DANA Resmi Jadi Mitra Program Kartu Prakerja

Menurut Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif, inklusi keuangan adalah kondisi ketika setiap anggota masyarakat mempunyai akses terhadap berbagai layanan keuangan formal yang berkualitas secara tepat waktu, lancar, dan aman dengan biaya terjangkau sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Head of Project Management Office Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) Djauhari Sitorus menjelaskan, tujuan inklusi keuangan adalah terbukanya akses terhadap pelayanan dan produk keuangan berkualitas guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pada poin kesejahteraan inilah sangat relevan dengan program Kartu Prakerja karena insentif yang diberikan terkait erat dengan kesejahteraan,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan oleh Deputi IV Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Mohammad Rudy Salahuddin. Menurutnya, dengan penyaluran insentif secara digital, manajemen Kartu Prakerja memberikan dua pilihan pengiriman bantuan, yakni ke rekening bank atau e-wallet penerima.

“Di sinilah wujud akselerasi literasi dan inklusi keuangan melalui program Kartu Prakerja,” terang Rudy dalam kesempatan sama.

Sejalan dengan program pemerintah

Adapun akselerasi inklusi keuangan yang terjadi akibat pelaksanaan program Kartu Prakerja itu ternyata sejalan dengan program pemerintah untuk terus meningkatkan inklusi keuangan masyarakat Indonesia.

Baca juga: Tumbuhkan Wirausahawan Baru, Kartu Prakerja Jadi Harapan di Masa Pandemi

Pada Rapat Terbatas Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) Januari 2020, Presiden Joko Widodo menetapkan pencapaian target inklusi keuangan pada 2024 sebesar 90 persen.

Target itu ditetapkan karena menurut Presiden Joko Widodo, tingkat inklusi serta indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan negara-negara tetangga.

Untuk diketahui, tingkat inklusi keuangan pada 2019 di Singapura telah mencapai 98 persen, Malaysia 85 persen, dan Thailand 82 persen.

Sementara itu, data Survei Nasional Literasi Keuangan (SNLIK) 2019 yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, indeks literasi keuangan Indonesia mencapai 38,03 persen dengan indeks inklusi keuangan sebesar 76,19 persen.

Angka tersebut mengalami peningkatan dibandingkan survei yang sama pada 2016, yakni indeks literasi keuangan sekitar 29,7 persen dan indeks inklusi keuangan 67,8 persen.

Meskipun mengalami kenaikan, hasil survei itu juga menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat Indonesia yang tergolong “unbankable” atau belum tersentuh jasa keuangan apa pun.

Bahkan, masih ada kepala keluarga di pelosok daerah yang tidak memiliki tabungan dalam bentuk rekening sama sekali. Padahal, inklusi keuangan memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia, terlebih di masa pandemi saat ini.

Baca juga: Kisah Junaedi, 15 Kali Gagal Lamar Kerja dan Jatuh Bangun Bangun Usaha di Tengah Pandemi Covid-19

Diberitakan Kompas.com, Senin (5/10/2020), Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Tirta Segara mengatakan, inklusi keuangan memiliki tiga peran krusial dalam pencapaian tujuan makroekonomi Indonesia.

Baca juga: Ini 3 Peran Inklusi Keuangan

Pertama, inklusi keuangan dapat meningkatkan dan memeratakan kesejahteraan masyarakat. Kedua, berperan dalam proses pemulihan ekonomi di masa krisis. Terakhir, inklusi keuangan berperan menjaga stabilitas ekonomi.

Dengan kerja sama antara pemerintah dan berbagai layanan keuangan sebagai mitra pembayaran Kartu Prakerja itu, diharapkan bisa menjangkau lebih banyak lagi masyarakat yang belum tersentuh layanan keuangan formal. Alhasil, target pemerintah untuk mendorong tingkat inklusi keuangan masyarakat bisa tercapai.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Kunci Agar Transformasi Digital di Bisnismu Berhasil

3 Kunci Agar Transformasi Digital di Bisnismu Berhasil

Smartpreneur
November, Jumlah Penumpang di 15 Bandara Kelolaan AP I Naik 29,1 Persen

November, Jumlah Penumpang di 15 Bandara Kelolaan AP I Naik 29,1 Persen

Whats New
[POPULER DI KOMPASIANA] Hitungan Baru Gaji PNS | Jelang Pilkada 2020 | Takdir Kostum Bekas Pemain

[POPULER DI KOMPASIANA] Hitungan Baru Gaji PNS | Jelang Pilkada 2020 | Takdir Kostum Bekas Pemain

Rilis
Ganti Nama Jadi Telkom Indonesia, Ini Alasan TLKM

Ganti Nama Jadi Telkom Indonesia, Ini Alasan TLKM

Whats New
Mau Berbisnis? Simak Tips Ala Bos SayurBox dan BLP Ini

Mau Berbisnis? Simak Tips Ala Bos SayurBox dan BLP Ini

Smartpreneur
Cara Mudah Memilih Reksadana untuk Pemula

Cara Mudah Memilih Reksadana untuk Pemula

Earn Smart
[POPULER MONEY] Keponakan Prabowo Tunjuk Hotman Paris soal Ekspor Benur | BCA Minta Maaf Layar ATM Bisa Ditonton

[POPULER MONEY] Keponakan Prabowo Tunjuk Hotman Paris soal Ekspor Benur | BCA Minta Maaf Layar ATM Bisa Ditonton

Whats New
Pusaran Ekspor Benur, Bantahan Hashim Djojohadikusumo hingga Respons Susi Pudjiastuti

Pusaran Ekspor Benur, Bantahan Hashim Djojohadikusumo hingga Respons Susi Pudjiastuti

Whats New
Ini 5 Keuntungan Mendirikan CV Dibandingkan PT

Ini 5 Keuntungan Mendirikan CV Dibandingkan PT

Work Smart
Turun Rp 1.000, Ini Rincian Harga Emas Antam 0,5 Gram hingga 1 Kg Terbaru

Turun Rp 1.000, Ini Rincian Harga Emas Antam 0,5 Gram hingga 1 Kg Terbaru

Whats New
Ajukan Perubahan Nama di Bursa Efek Indonesia, Ini Alasan Telkom

Ajukan Perubahan Nama di Bursa Efek Indonesia, Ini Alasan Telkom

Whats New
Luhut: Jepang Bakal Investasi Rp 57 Triliun buat Lembaga Pengelola Investasi Indonesia

Luhut: Jepang Bakal Investasi Rp 57 Triliun buat Lembaga Pengelola Investasi Indonesia

Whats New
Rincian Terbaru Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian

Rincian Terbaru Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian

Spend Smart
Hashim Soal Kasus Korupsi Benur: Partai Gerindra Tidak Suka Monopoli

Hashim Soal Kasus Korupsi Benur: Partai Gerindra Tidak Suka Monopoli

Whats New
Hentikan Ekspor Benur, Susi Pudjiastuti: Rasanya Tidak Mungkin Berhasil...

Hentikan Ekspor Benur, Susi Pudjiastuti: Rasanya Tidak Mungkin Berhasil...

Whats New
komentar di artikel lainnya