Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Luhut Jamin Proyek Food Estate di Kampung Halamannya Tak Merusak Hutan

Kompas.com, 31 Oktober 2020, 10:33 WIB
Muhammad Idris

Penulis

Sumber Antara

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, memastikan kawasan lumbung pangan atau food estate di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara, tidak melewati batas hutan lindung atau area konservasi lainnya.

Luhut ikut mendampingi Presiden Joko Widodo meninjau perkembangan kawasan food estate di Desa Siria-ria, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, Selasa (27/10/2020) lalu.

"Pemilihan lokasi kawasan food estate di sana, saya pastikan tidak melewati batas hutan lindung atau area konservasi lainnya," kata Luhut dilansir dari Antara, Sabtu (31/10/2020).

"Karena sudah melalui serangkaian kajian lingkungan dan proses peralihan fungsi kawasan hutan yang dilakukan oleh Kemenko Marves bersama seluruh kementerian terkait dengan melibatkan akademisi dari berbagai universitas dan institut ternama di bidang pertanian," kata dia lagi.

Baca juga: Jokowi: Kawasan Food Estate di Kalteng Akan Digarap Seluas 168.000 Hektar

Luhut mengatakan sejak Organisasi Pangan Dunia (FAO) mengeluarkan peringatan ancaman krisis pangan dunia karena Covid-19, ia mengaku sudah saatnya Indonesia membenahi ketahanan pangan nasional.

"Meski indeks ketahanan pangan nasional Indonesia naik, nyatanya tidak selaras dengan ketahanan pangan mandiri kita karena masih adanya peningkatan jumlah impor bahan pangan setiap tahunnya," ungkap dia.

Menurut Luhut, kendati Indonesia mungkin belum merasa resah karena bahan pangan yang masih tersedia, ancaman krisis pangan global sudah mengintai.

Indonesia, lanjut dia, harus mempersiapkan segala kemungkinan yang terjadi termasuk menjaga ketahanan pangan nasional.

Baca juga: Kawasan Pengembangan Food Estate di Kalteng akan Jadi Lahan Percontohan

"Oleh karena itu, kita tidak boleh tinggal diam, terobosan dan langkah harus terus diupayakan demi mempersiapkan segala kemungkinan yang terjadi di masa mendatang," ungkap Luhut.

"Sehingga kelak ketika pandemi ini usai, Indonesia akan mencapai cita-cita besarnya yaitu ketahanan pangan nasional secara mandiri lewat swasembada pangan secara keseluruhan serta merajai ekspor bahan pangan di seluruh dunia," imbuh Luhut.

Food estate Kalteng

Sementara itu Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo atau SYL, menegaskan program penanaman singkong oleh Kementerian Pertahanan tidak termasuk yang akan digarap tahun ini oleh Kementerian Pertanian.

Dalam program food estate atau lumbung pangan di Kalimantan Tengah (Kalteng), telah disiapkan lahan seluas 30.000 hektare yang dibagi untuk Kementan dan Kemenhan.

SYL menjelaskan penanaman singkong oleh Kemenhan sebagai cadangan pangan strategis tidak termasuk tugas, pokok, dan fungsi yang dikerjakan oleh Kementan dalam proyek food estate.

Baca juga: Food Estate Juga Akan Ada di Sumba Tengah

"Saya nyatakan bahwa saya tidak ikut kalau yang itu, saya hanya fokus pada 30.000 hektare, dan itu tidak boleh dicampur yang mana yang ditanami Menhan, yang mana yang ditanami kami," kata SYL.

SYL menjelaskan, bahwa terdapat potensi lahan yang dapat dikembangkan menjadi lahan pertanian di Kalimantan Tengah seluas 164.598 hektare, berdasarkan data dari Kementerian PUPR.

Khusus pada 2020 ini, pemerintah melalui Kementerian Pertanian melakukan intensifikasi pertanian di lahan seluas 30.000 hektare agar lahan tersebut segera ditanami padi demi mengejar musim tanam Oktober 2020-Maret 2021.

SYL juga menyebutkan bahwa Kemenhan berencana melakukan penanaman singkong sebagai upaya menambah cadangan pangan strategis di lahan seluas 60.000 hektare pada tahun ini.

Lokasi penanaman singkong tersebut terletak di Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

Baca juga: Kementan Dapat Tambahan Rp 1,72 Triliun untuk Food Estate hingga Swasembada Gula

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com. Download sekarang



Terkini Lainnya
Pinjaman Himbara Jadi Sumber Dana Pembangunan 80.000 Kopdes Merah Putih
Pinjaman Himbara Jadi Sumber Dana Pembangunan 80.000 Kopdes Merah Putih
Ekbis
InJourney Hospitality Target Okupansi Hotel Capai 74 Persen Saat Libur Natal-Tahun Baru
InJourney Hospitality Target Okupansi Hotel Capai 74 Persen Saat Libur Natal-Tahun Baru
Industri
Bitcoin Terus Anjlok, Sempat Sentuh Level Terendah Sejak 22 April 2025
Bitcoin Terus Anjlok, Sempat Sentuh Level Terendah Sejak 22 April 2025
Cuan
Airlangga: Indonesia Percepat Transformasi Perdagangan Global lewat Paperless Trade
Airlangga: Indonesia Percepat Transformasi Perdagangan Global lewat Paperless Trade
Ekbis
Operasional 4 Maskapai Ini Pindah ke Terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta
Operasional 4 Maskapai Ini Pindah ke Terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta
Industri
Layanan Treasury dan Hedging Bank Mandiri Dorong Transformasi Pelaku Usaha dalam Perdagangan Global
Layanan Treasury dan Hedging Bank Mandiri Dorong Transformasi Pelaku Usaha dalam Perdagangan Global
Ekbis
Sun Energy Dorong Penggunaan Energi Hijau di Sektor Pertambangan
Sun Energy Dorong Penggunaan Energi Hijau di Sektor Pertambangan
Energi
Jasa Raharja Jamin Santunan dan Biaya Rawat Korban Kecelakaan Beruntun Tol Cipali
Jasa Raharja Jamin Santunan dan Biaya Rawat Korban Kecelakaan Beruntun Tol Cipali
Ekbis
Transisi Energi Dorong Outlook Positif Emiten EBT di Bursa
Transisi Energi Dorong Outlook Positif Emiten EBT di Bursa
Cuan
Airlangga Targetkan Penyaluran KUR Perumahan Tembus Rp 28 Triliun di Kuartal I 2026
Airlangga Targetkan Penyaluran KUR Perumahan Tembus Rp 28 Triliun di Kuartal I 2026
Keuangan
Laporan LPEM UI: Investasi INA Ubah Infrastruktur Jadi Nilai Ekonomi dan Sosial
Laporan LPEM UI: Investasi INA Ubah Infrastruktur Jadi Nilai Ekonomi dan Sosial
Ekbis
Dapat Alokasi KUR Perumahan Rp 9,5 Triliun, Bos BTN: Kami Ngos-ngosan Ngejarnya...
Dapat Alokasi KUR Perumahan Rp 9,5 Triliun, Bos BTN: Kami Ngos-ngosan Ngejarnya...
Keuangan
Tingkatkan Literasi Keuangan Generasi Muda, Ajaib Sekuritas Berpartisipasi dalam Future Skills for University
Tingkatkan Literasi Keuangan Generasi Muda, Ajaib Sekuritas Berpartisipasi dalam Future Skills for University
Keuangan
Harga Bitcoin (BTC) Ambrol, Apa Penyebabnya dan Bagaimana Prospeknya?
Harga Bitcoin (BTC) Ambrol, Apa Penyebabnya dan Bagaimana Prospeknya?
Cuan
Bos Agrinas Sebut Biaya Pembangunan Kopdes Merah Putih Rp 1,658 M Per Unit
Bos Agrinas Sebut Biaya Pembangunan Kopdes Merah Putih Rp 1,658 M Per Unit
Ekbis
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Memuat pilihan harga...
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau