Chappy Hakim
KSAU 2002-2005

Penulis buku "Tanah Air Udaraku Indonesia"

Selamat Datang Jurassic Park di Pulau Rinca

Kompas.com - 31/10/2020, 16:40 WIB
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama dengan BOPLBF melaksanakan famtrip dengan media di kawasan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Minggu, (13/9/2020). (HANDOUT/BOPLBF) HANDOUT/BOPLBFKementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama dengan BOPLBF melaksanakan famtrip dengan media di kawasan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Minggu, (13/9/2020). (HANDOUT/BOPLBF)

KOMPAS.com - Rencana pemerintah untuk meningkatkan potensi wisata komodo di Pulau Rinca memperoleh banyak tanggapan yang pada umumnya sangat menyayangkan dan sekaligus berharap agar Pulau Rinca dibiarkan saja seperti aslinya.

Tidak begitu jelas apa sebenarnya yang menjadi topik polemik, karena rencana pemerintah pasti bermaksud baik untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung.

Terlepas dari polemik yang tengah berlangsung itu, saya sendiri untuk pertama kalinya mengetahui tentang komodo pada tahun 1950-an.

 

Baca juga: Mengenal Proyek Jurassic Park di TN Komodo yang Jadi Polemik

Saya mendengar cerita dari ayah saya yang pada tahun 1954 di bulan Januari mengikuti rombongan Mr Muhammad Yamin sebagai Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan dalam Kabinet Ali-Arifin (Kabinet Alisastroamidjojo yang pertama).

Laporan perjalanan itu telah dituangkan dalam sebuah buku berjudul “Dari Pulau Bunga ke Pulau Dewa”. Terdapat cerita sedikit tentang komodo dalam buku tersebut yang saya kutip berikut ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami kini berada di atas Pulau Komodo yang terletak di Selat Sape, di sebelah timur Pulau Sumbawa. Mengenai pulau kecil itu sendiri, yang luasnya tidak lebih dari 478 hektar tidaklah banyak yang diceritakan.

Tetapi Komodo terkenal ke mana-mana, karena di sana terdapat binatang yang rupanya seperti kadal dan besarnya seperti buaya, tetapi yang tidak termasuk dalam jenis buaya, meskipun oleh penduduk pulau Bunga dan Pulau Sumbawa ia dinamakan buaya darat dan dapat hidup selain di darat, juga di air.

Baca juga: Setelah Viral Foto Komodo Hadang Truk, Jalur Pembangunan Jurassic Park Bakal Diamankan

Binatang ini, yang bentuknya menyerupai cecak, dalam bahasa latin disebut Varanus komodensis dan di seluruh dunia hanya hidup di pulau Komodo, Pulau Rinca yang terletak di sebelah timurnya dan di pulau Bunga Barat. Binatang ini merupakan sisa-sisa dari binatang binatang yang hidup di zaman purbakala.

Sejak tahun 1913 Varanus Komodensis dimasukkan dalam margasatwa yang dilindungi (cagar alam), tegasnya melakukan perburuan padanya dilarang.

Adanya Varanus komodensis di Pulau Komodo, diketahui sesudah keluar karangan konservator museum zoologis P.A Ouwens, yang bernama Tentang Varanus raksasa jenis dari pulau Komodo dalam tahun 1912, sebagai hasil dari penyelidikannya terhadap binatang itu, yang dikirimkan oleh seorang pemburu yang bernama Aldegon kepadanya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.