Jangan Pakai Pinjaman KTA untuk DP Rumah agar Keuangan Selamat

Kompas.com - 01/11/2020, 08:09 WIB
Ilustrasi membeli rumah. SHUTTERSTOCK/CHIRAPHANIlustrasi membeli rumah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu kendala banyak orang membeli rumah KPR adalah persoalan DP atau uang muka.

Bagaimana tidak? Anda harus menyiapkan uang puluhan sampai ratusan juta rupiah untuk mengambil KPR.

Itu saja sudah bikin pusing tujuh keliling mengumpulkan dananya. Harus kerja banting tulang, siang dan malam kalau enggak mau tinggal di pondok indah mertua selamanya.

Baca juga: Milenial juga Bisa Beli Rumah Sendiri, Ikuti 4 Cara ini!

Sebetulnya Bank Indonesia (BI) sudah melonggarkan ketentuan DP rumah pertama dari 15 persen menjadi nol persen. Tetapi faktanya, tidak semua bank menerapkan aturan tersebut.

Jadilah, masyarakat tetap harus menyetor DP bila ingin mengambil KPR. Sebagai contoh, Anda ingin membeli rumah KPR seharga Rp 300 juta.

Asumsi DP sebesar 15 persen. Berarti Anda harus menyediakan uang muka sebesar Rp 45 juta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jika harus menabung sekitar Rp 500.000 per bulan, maka butuh waktu 90 bulan atau lebih dari 7 tahun untuk mengumpulkan DP. Keburu harga rumah naik, DP juga makin besar.

Karena ngebet punya rumah, banyak orang mengakali pakai cara lain yang lebih cepat, yakni mengajukan pinjaman Kredit Tanpa Agunan (KTA) untuk membayar DP rumah. Bahkan lewat online, hanya berbekal KTP saja. Duit cair dalam waktu 2-3 hari.

Baca juga: UU Cipta Kerja, Apa Pengaruhnya ke Kemampuan Membeli Rumah?

Sekilas cara tersebut sangat menguntungkan. Tetapi ternyata ada masalah lebih besar yang akan menimpa Anda bila memakai pinjaman KTA untuk DP rumah KPR. Apa saja itu?

Berikut penjelasannya, seperti dikutip dari Cermati.com, Minggu (1/11/2020).

1. Cicilan gede

Membeli rumah KPR sama saja berutang, kemudian Anda gali lubang lagi dengan mengajukan pinjaman KTA untuk menutup lubang sebelumnya. Cara ini akan membebani keuangan bulanan Anda.

Contohnya Anda mengajukan pinjaman KTA sebesar Rp 50 juta untuk DP harga rumah Rp 300 juta. Bunga flat 1 persen selama 5 tahun (60 bulan).

Berarti cicilan per bulan beserta bunganya sebesar Rp 1,33 juta per bulan.

Harga rumah Rp 300 juta, DP 15 persen = Rp 45 juta. Pokok kredit = Rp 345 juta. Tenor 15 tahun (180 bulan). Asumsi suku bunga 10,50 persen.

Baca juga: Tips Cerdas Membeli Rumah Lewat KPR

Maka cicilan per bulan = Rp 3.018.750. Semakin mahal harga rumah yang diambil, angsuran setiap bulannya pun semakin tinggi.

Dengan begitu, Anda akan punya dua utang sekaligus. Yakni kewajiban membayar angsuran pinjaman KTA dan cicilan rumah saban bulan. Total Rp 1,33 juta + Rp 3,02 juta = Rp 4,35 juta per bulan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Menhub Ajak Milenial Jadi Pelopor Gerakan Sadar Keselamatan Berlalu Lintas

Menhub Ajak Milenial Jadi Pelopor Gerakan Sadar Keselamatan Berlalu Lintas

Rilis
PMI Manufaktur RI 53,9, Kemenkeu: Langkah Pengendalian Pandemi Membuahkan Hasil

PMI Manufaktur RI 53,9, Kemenkeu: Langkah Pengendalian Pandemi Membuahkan Hasil

Rilis
Metrodata Gandeng Amazon Web Services Sediakan Layanan Transformasi dengan Cloud

Metrodata Gandeng Amazon Web Services Sediakan Layanan Transformasi dengan Cloud

Whats New
Berkat Sinergi dan Inovasi dalam Pemulihan Ekonomi, Gojek Raih Bank Indonesia Award 2021

Berkat Sinergi dan Inovasi dalam Pemulihan Ekonomi, Gojek Raih Bank Indonesia Award 2021

BrandzView
Ini Kata Luhut Soal Persiapan Program 5 DPSP 2022

Ini Kata Luhut Soal Persiapan Program 5 DPSP 2022

Whats New
Ini Cara Listing di LandX, UKM Bisa Dapat Modal dari Berbagai Investor

Ini Cara Listing di LandX, UKM Bisa Dapat Modal dari Berbagai Investor

Rilis
Daftar UMK Bali 2022: Badung Terbesar, Melebihi UMK Denpasar 2022

Daftar UMK Bali 2022: Badung Terbesar, Melebihi UMK Denpasar 2022

Whats New
Erick Thohir Tutup 74 Anak-Cucu BUMN,  Terbanyak dari Pertamina dan Telkom

Erick Thohir Tutup 74 Anak-Cucu BUMN, Terbanyak dari Pertamina dan Telkom

Whats New
Gandeng UI, LPS Tingkatkan Pemahaman Publik Terkait Penjaminan Simpanan

Gandeng UI, LPS Tingkatkan Pemahaman Publik Terkait Penjaminan Simpanan

Rilis
AFPI: Tahun Ini Cukup Menantang Bagi Industri Fintech

AFPI: Tahun Ini Cukup Menantang Bagi Industri Fintech

Whats New
Tel Aviv Ambil Alih Posisi Hong Kong sebagai Kota Termahal di Dunia

Tel Aviv Ambil Alih Posisi Hong Kong sebagai Kota Termahal di Dunia

Whats New
Apa Itu Pajak Penghasilan Orang Pribadi dan Bagaimana Menghitungnya?

Apa Itu Pajak Penghasilan Orang Pribadi dan Bagaimana Menghitungnya?

Work Smart
Mengenal Organisasi Perdagangan Dunia atau WTO dan Tujuan Berdirinya

Mengenal Organisasi Perdagangan Dunia atau WTO dan Tujuan Berdirinya

Whats New
Rumah Perubahan, Alibaba, dan BNI Gelar Pelatihan Ekonomi Digital untuk Guru

Rumah Perubahan, Alibaba, dan BNI Gelar Pelatihan Ekonomi Digital untuk Guru

Rilis
Produsen Makanan Tays Bakers Bakal IPO, Targetkan Himpun Dana Rp 86,5 Miliar

Produsen Makanan Tays Bakers Bakal IPO, Targetkan Himpun Dana Rp 86,5 Miliar

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.