Harga Minyak Masih Rendah, Bagaimana Nasib Proyek-proyek Pertamina Tahun ini?

Kompas.com - 02/11/2020, 08:36 WIB
Ilustrasi logo Pertamina (Dok. Shutterstock) Ilustrasi logo Pertamina

JAKARTA, KOMPAS.com - Melemahnya harga minyak mentah dunia kembali menjadi pukulan bagi perusahaan-perusahaan minyak dan gas (migas) di berbagai negara. Langkah-langkah efisiensi pun terpaksa dilakukan kembali.

Kendati demikian, PT Pertamina (Persero) selaku BUMN migas, memastikan investasi di proyek strategis yang dijalankan pada seluruh lini bisnis tetap berjalan.

VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman menjelaskan, kendati diterpa triple shock di masa pandemi Covid 19 dan menyebabkan kendala di lapangan, Pertamina tetap berkomitmen untuk menjalankan proyek strategis.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga dan meningkatkan produksi migas dan produk energi nasional pada beberapa tahun ke depan.

Baca juga: Bos Pertamina Masuk Jajaran 50 Wanita Paling Berpengaruh Dunia

Fajriyah menyebutkan, beberapa proyek strategis di Hulu seperti Proyek Jambaran-Tiung Biru yang dikelola PT Pertamina EP Cepu saat ini terus berjalan. Saat ini telah berhasil dilakukan perforasi secara rigless dengan Smart Coiled Tubing Unit di Jambaran East dan juga telah dilakukan pengeboran 2 sumur di Jambaran Central.

"Proyek ini akan memproduksi gas dari lapangan unitisasi Jambaran-Tiung Biru dengan produksi rata-rata sales gas sebesar 192 MMSCFD dengan target gas onstream pada tahun 2021," ujar Fajriyah dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (2/11/2020).

Selain itu, kegiatan di lepas pantai utara Jawa Barat yang dilakukan oleh PHE ONWJ terus berlangsung.

Setelah selesai pengeboran sumur KLD-1, proyek pengembangan KLD ONWJ saat ini masuk pada tahap pengeboran sumur KLD-3. Proyek ini ditargetkan dapat berkontribusi dalam penambahan cadangan dan produksi pada Desember 2020.

Di sektor bisnis lainnya, tambah Fajriyah, Pertamina juga terus melanjutkan realisasi pada proyek pengembangan dan pembangunan kilang yang dikawal oleh PT Kilang Pertamina Internasional (KPI).

Salah satunya adalah proyek RDMP Balikpapan dan Lawe-lawe yang merupakan salah satu proyek terbesar Pertamina dengan nilai mencapai 6,5 miliar dollar AS.

"Saat ini proyek RDMP Balikpapan telah mencapai 22,26 persen per 22 Oktober 2020, berjalan dengan protokol kesehatan yang ketat, disamping juga turut mendorong program pemulihan ekonomi karena menyerap lebih dari 5.000 tenaga kerja," tuturnya.

Selain itu, untuk memastikan tersedianya fasilitas penyimpanan dan distribusi, Pertamina juga terus menjalankan proyek infrastruktur tangki timbun baik di terminal BBM, terminal elpiji maupun di DPPU serta melakukan perawatan terhadap 280 kapal.

Baca juga: Arus Balik Libur Panjang, Pertamina Siagakan Tiga Mobile Storage BBM



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X