Harga CPO Naik, ANJT Cetak Laba Rp 20,5 Miliar hingga Kuartal III 2020

Kompas.com - 02/11/2020, 13:16 WIB
Ilustrasi kelapa sawit. Berry Subhan Putra/Kompas.comIlustrasi kelapa sawit.

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) catatkan laba bersih sebesar 1,4 juta dollar AS atau Rp 20,5 miliar (kurs Rp 14.690) hingga kuartal III tahun 2020. Pada periode sama tahun lalu, ANJT mencatat rugi bersih 5,9 juta dollar AS.

Melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), perolehan laba bersih tersebut terdorong oleh perbaikan harga CPO (Vurde Ppalm Oil) dari awal tahun 2020.

Meski harga CPO sempak anjlok pada Maret 2020 karena kekhawatiran melemahnya permintaan akibat wabah Covid-19, namun pada Juni 2020, harga CPO kembali membaik.

Membaiknya harga CPO seiring kembali dibukanya kegiatan ekonomi secara bertahap di negara-negara pengimpor CPO dan berkurangnya kekhawatiran akan pasokan CPO pada 2020.

Baca juga: Ekspor CPO Anjlok 20 Persen, Ini Penyebabnya

“Pada September 2020, ANJT mencatatkan pendapatan sebesar 118,4 juta dollar AS, mengalami kenaikan sebesar 28,6 persen dibandingkan dengan periode sama tahun lalu, terutama disebabkan oleh naiknya harga jual rata-rata CPO dan PK,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi BEI, akhir pekan lalu.

Perseroan mencatat, Harga Jual Rata-Rata (HJR) CPO pada September 2020 sebesar 561 dollar AS per Metric Ton (MT), atau lebih tinggi 21,1 persen dibandingkan dengan HJR CPO pada periode sama tahun lalu sebesar 463 dollar AS per MT.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Penjualan CPO dan PK (Palm Kernel) berkontribusi sebesar 98,6 persen terhadap total pendapatan kami atau sebesar 116,7 juta dollar AS dibandingkan dengan tahun lalu 90,8 juta atau 98,7 persen dari jumlah pendapatan kami,” tambah manajemen.

Sementara itu, HJR PK (Palm Kernel) pada September 2020 sebesar 297 dollar AS per MT, atau lebih tinggi dibandingkan dengan HJR PK pada periode sama tahun lalu sebesar 263 dollar AS per MT.

Perseroan mencatat kenaikan volume penjualan CPO sebesar 2,3 persen menjadi sebesar 178.009 MT pada September 2020 dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar 174.050 MT.

Ini disebabkan oleh saldo persediaan CPO pada 1 Januari 2020 yang lebih tinggi dibandingkan saldo persediaan CPO pada 1 January 2019.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jaga Keamanan Pelayaran, Indonesia Punya 285 Menara Suar

Jaga Keamanan Pelayaran, Indonesia Punya 285 Menara Suar

Rilis
Rights Issue, BRI Sudah Raup Rp 26,1 Triliun dari Publik hingga 21 September 2021

Rights Issue, BRI Sudah Raup Rp 26,1 Triliun dari Publik hingga 21 September 2021

Whats New
Gandeng Polri, KSPSI Lakukan Vaksinasi Covid-19 untuk 40.000 Buruh

Gandeng Polri, KSPSI Lakukan Vaksinasi Covid-19 untuk 40.000 Buruh

Whats New
Ada Isu Evergrande dan Tapering, Apa yang Harus Dilakukan Investor?

Ada Isu Evergrande dan Tapering, Apa yang Harus Dilakukan Investor?

Earn Smart
Semakin Modern, Petani di Sinjai, Sumsel Gunakan Alsintan

Semakin Modern, Petani di Sinjai, Sumsel Gunakan Alsintan

Rilis
Survei: Seimbangkan Karier dan Keluarga, Kesehatan Mental Pekerja Perempuan Memburuk Selama Pandemi

Survei: Seimbangkan Karier dan Keluarga, Kesehatan Mental Pekerja Perempuan Memburuk Selama Pandemi

Whats New
Cara Daftar Jadi Mitra Pelatihan Kartu Prakerja

Cara Daftar Jadi Mitra Pelatihan Kartu Prakerja

Whats New
BRI Luncurkan BRI Shops Master Class, Apa Itu?

BRI Luncurkan BRI Shops Master Class, Apa Itu?

Whats New
Sebut Revisi UU BUMN Perlu, Erick Thohir: Kadang Perusahaan Terbitkan Surat Utang untuk Bonus dan Tantiem...

Sebut Revisi UU BUMN Perlu, Erick Thohir: Kadang Perusahaan Terbitkan Surat Utang untuk Bonus dan Tantiem...

Whats New
Sri Mulyani: Saat ini, Kami Belum Lihat Bank Pulih Secara Kuat

Sri Mulyani: Saat ini, Kami Belum Lihat Bank Pulih Secara Kuat

Whats New
Erick Thohir Bentuk Holding BUMN Pangan, Apa Kelebihannya?

Erick Thohir Bentuk Holding BUMN Pangan, Apa Kelebihannya?

Whats New
Soal Jadi Investor Bank Muamalat, Ini Kata BPKH

Soal Jadi Investor Bank Muamalat, Ini Kata BPKH

Whats New
PT BNP Paribas AM dan PT Bank DBS Indonesia Luncurkan Reksa Dana Bertema Teknologi Global

PT BNP Paribas AM dan PT Bank DBS Indonesia Luncurkan Reksa Dana Bertema Teknologi Global

Whats New
Upah Minimum 2022 Mulai Dibahas, Menaker Masih Pertimbangkan Situasi Pandemi Covid-19

Upah Minimum 2022 Mulai Dibahas, Menaker Masih Pertimbangkan Situasi Pandemi Covid-19

Rilis
Kemenkeu Dapat Tambahan Anggaran Jadi Rp 44 Triliun, Buat Apa Saja?

Kemenkeu Dapat Tambahan Anggaran Jadi Rp 44 Triliun, Buat Apa Saja?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.