Kompas.com - 02/11/2020, 14:14 WIB
Seorang calon penumpang melintas di depan gerbong kereta rel listrik (KRL) commuter line berlogo kartu Mandiri e-money di Stasiun Kereta Api Tanah Abang. KOMPAS.com/Josephus PrimusSeorang calon penumpang melintas di depan gerbong kereta rel listrik (KRL) commuter line berlogo kartu Mandiri e-money di Stasiun Kereta Api Tanah Abang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Mandiri bersama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menerbitkan kartu e-money khusus edisi Jak Lingko untuk memudahkan proses transaksi pembayaran di semua moda transportasi publik dalam sistem Jak Lingko.

Senior Vice President Digital Banking Bank Mandiri Sunarto Xie mengungkapkan, inisiatif ini bisa menjadi solusi pembayaran non-tunai yang praktis dan efisien, karena masyarakat cukup menyimpan satu kartu di dalam dompet untuk melakukan perjalanan dengan berbagai moda transportasi Jak Lingko.

Selain itu, solusi non-tunai akan mengurangi kontak langsung antara penumpang dengan awak kendaraan umum.

Baca juga: Bank Mandiri: 10-11 Persen Debitur Restrukturisasi Kredit Tak Mampu Bangkit

Jak Lingko adalah program transportasi publik terintegrasi yang mencakup 274 rute yang melingkupi 85 persen wilayah DKI Jakarta.

Jak Lingko terintegrasi dengan seluruh moda first mile dan last mile dengan special rate Rp 5.000,- untuk 3 jam perjalanan menggunakan Mikrotrans, Metrotrans maupun Transjakarta layanan koridor manapun.

Saat ini, kartu e-money edisi Jak Lingko dapat diperoleh di vending machine Transjakarta yang tersedia di halte-halte sepanjang koridor utama Transjakarta.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami berharap penerbitan kartu e-money Jak Lingko ini akan mendorong pemanfaatan transportasi publik yang terintegrasi oleh masyarakat khususnya di wilayah DKI Jakarta karena aman dan nyaman. Hal ini juga sejalan dengan keinginan Bank Mandiri untuk menjadi digital bank terbaik dengan produk keuangan yang handal dan praktis," kata Sunarto dalam keterangan resmi, Minggu (2/11/2020).

Sunarto juga berharap, kartu ini menjadi solusi yang ekonomis bagi pengguna layanan transportasi publik di Jakarta karena tarif yang diberlakukan adalah tarif khusus Jak Lingko.

Mandiri e-money Jak Lingko tidak hanya dapat digunakan di dalam bus Transjakarta atau layanan Mikro-trans, tetapi juga dapat difungsikan sebagai alat pembayaran non-tunai untuk moda transportasi publik lain seperti MRT Jakarta, kereta Commuterline, dan LRT Jakarta.

Baca juga: Kiprah Alumni Bank Mandiri yang Kuasai Posisi Penting di BUMN

"Kami berharap kartu e-money ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh lapisan masyarakat, mengingat luasnya dukungan jaringan pembayaran yang telah bekerja sama dengan Bank Mandiri," ungkap Sunarto.

Untuk top up dan update saldo bisa dilakukan langsung melalui smart phone iOS dan Android ber NFC menggunakan aplikasi mandiri online.

Selain itu, pilihan top up juga tersedia melalui aplikasi yang sudah bermitra dengan Bank Mandiri seperti LinkAja, Tokopedia, Shopee, Bukalapak, dan Blibli. 

Bank Mandiri saat ini telah menerbitkan lebih dari 21 juta kartu berlogo mandiri e-money. Hingga akhir September 2020, frekuensi finansial mandiri e-money mencapai 660 juta transaksi dengan nilai lebih dari Rp 10 triliun.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X