Kompas.com - 02/11/2020, 17:13 WIB
Ilustrasi pembangkit listrik KOMPAS.com/Sakina Rakhma Diah SIlustrasi pembangkit listrik
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT PLN (Persero) berencana mengkonversi 5.200 pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang tersebar di 2.130 lokasi ke pembangkit listrik bersumber energi baru terbarukan (EBT).

Rencananya, program konversi tersebut akan dilaksanakan dalam tiga tahap, di mana tahap pertama PLN akan mengkonversi PLTD di 200 lokasi terlebih dahulu.

Direktur Mega Project PLN, Muhammad Ikhsan Asaad, mengatakan sampai saat ini pihaknya sudah memetekan beberapa lokasi PLTD yang siap diubah menjadi pembangkit listrik EBT.

"Tahap 1 di Papua ada 6 lokasi, Maluku 4 lokasi, di Aceh pun ada. Tapi goalnya 200 lokasi dengan kapasitas 200 mega watt (MW)," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Senin (2/11/2020).

Baca juga: Profil Risiko Terjaga, Industri Jasa Keuangan Masih Stabil

Selain lokasi-lokasi tersebut, PLN disebut akan memprirotaskan program konversi terhadap PLTD di wilayah dengan tiga kriteria utama.

Kriteria pertama, ialah mesin PLTD yang sudah berusia 15 tahun. Kemudian, PLN juga akan memprioritaskan konversi ke wilayah sulit terjangkau.

"Dan kriteria ketiga, biaya pokok produksi-nya tinggi," kata Ikhsan.

Tahap pertama rencananya akan dilakukan hingga 2025 mendatang, dengan kerangka waktu, mulai lelang pada Desember tahun ini, dan pelaksanaan commercial of date pada 2022.

Salah satu keuntungan yang didapat dalam pelaksanaan program konversi ini adalah penghematan biaya pokok produksi perseroan.

Pasalnya, PLTD dengan usia operasi tua cenderung mengeluarkan BPP yang lebih mahal ketimbang pembangkit pada umumnya.

"Biayanya pasti lebih murah daripada diesel," ucapnya.

Baca juga: Pengusaha Prihatin Buruh Pukul Rata Upah Minimum



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X