Negosiasi Perdagangan, Luhut hingga Erick Thohir Bakal Sambangi AS

Kompas.com - 03/11/2020, 08:02 WIB
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bertemu dengan CEO IDFC Adam Boehler di Kantornya, Jakarta, Jumat (23/10/2020). Dokumentasi Humas Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan InvestasiMenko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bertemu dengan CEO IDFC Adam Boehler di Kantornya, Jakarta, Jumat (23/10/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia berencana melakukan negosiasi Limited Trade Deal (LTD) atau kesepakatan perdagangan secara terbatas dengan pemerintah Amerika Serikat (AS).

Sejumlah menteri pun dijadwalkan terbang ke AS untuk memuluskan negosiasi itu.

Adapun negosiasi LTD merupakan tindaklanjut pemerintah setelah AS memutuskan memperpanjang fasilitas Generalized System of Preferences (GSP) atau fasilitas bea masuk terhadap produk impor asal Indonesia.

Rencana para menteri bertolak ke Negeri Paman Sam tersebut diungkapkan oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk AS Muhammad Lutfi. Menurut dia, kunjungan akan dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Baca juga: Luhut Jamin Proyek Food Estate di Kampung Halamannya Tak Merusak Hutan

Selain itu, ada Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, serta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

"Rencananya Pak Luhut beserta beberapa menteri, yang saya tahu kayaknya Menteri Perdagangan, Menteri Kominfo, dan Menteri BUMN akan schedule berada di AS pada tanggal 15 November," ujar Lutfi dalam konferensi pers virtual, Senin (2/11/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia mengatakan, pada pekan ini pemerintah akan membahas mengenai rencana pengajuan surat ke pihak pemerintah AS terkait LTD. Pembahasan ini tentu akan melibatkan beberapa pihak yakni Kemenko Bidang Maritim dan Investasi, Kemenko Bidang Perekonomian, serta Kementerian Perdagangan.

"Dalam bayangan kita, sebelum akhir November kita akan menuliskan surat, saya akan kerjasama dengan antar kementerian, untuk sama-sama menggodok masalah LTD ini, dan akan kita memutuskan siapa yang akan menjadi responsible poin dalam negosiasi ini," jelasnya.

Lutfi mengakui, banyak melakukan koordinasi dengan Luhut mengingat andilnya cukup signifikan untuk membuat Indonesia kembali mendapatkan fasilitas GSP dari AS. Sehingga dalam pembahasan negosiasi lebih lanjut dipastikan Luhut akan kembali terlibat.

Ia mengatakan, jika negosiasi LTD disetujui maka akan mendongkrak volume perdagangan dua arah Indonesia-AS hingga 60 miliar dollar AS pada tahun 2024, dari saat ini yang sebesar 29 miliar dollar AS.

Selain itu, LTD dapat mengoptimalkan potensi kerjasama di luar perdagangan barang, khususnya digital trade, energi dan infrastruktur, serta peningkatan arus investasi. Menurutnya, peningkatan arus perdagangan dua arah jadi pintu masuk bagi perluasan kerjasama investasi.

"Sebagai dua perekonomian besar, kerjasama perdagangan dan investasi harus dilipatgandakan. LTD menjadi solusinya," tutup Lutfi.

Baca juga: AS Perpanjang Fasilitas GSP RI, Luhut Optimis Kinerja Ekspor Meningkat

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.