"UKM Kita Bisa Ikut Turut Aktif Menikmati Fasilitas GSP ini...

Kompas.com - 03/11/2020, 11:36 WIB
Dubes RI untuk AS, Muhammad Lutfi berpose bersama Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih usai menyerahkan surat-surat kepercayaan yang menandai awal tugasnya sebagai perwakilan Indonesia di Negeri Paman Sam. Press release KBRIDubes RI untuk AS, Muhammad Lutfi berpose bersama Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih usai menyerahkan surat-surat kepercayaan yang menandai awal tugasnya sebagai perwakilan Indonesia di Negeri Paman Sam.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Amerika Serikat (AS) memperpanjang Generalized System of Preferences (GSP) atau fasilitas bea masuk terhadap produk impor asal Indonesia. Fasilitas ini dinilai bakal mendongkrak ekspor produk Usaha Kecil Menengah (UKM) ke AS.

Duta Besar Republik Indonesia untuk AS Muhammad Lutfi menyatakan, perpanjangan GSP akan menggenjot arus perdagangan antar kedua negara. Tentunya ini akan berdampak baik bagi para pelaku usaha di Indonesia,tak terkecuali UKM.

Lantaran, pos-pos tarif yang mendapatkan fasilitas GSP, banyak diproduksi oleh UKM di Indonesia, seperti mebel, perhiasan perak, hand bag, hingga pintu kayu.

"Sehingga ini memastikan bahwa UKM kita bisa ikut turut aktif menikmati fasilitas GSP ini, khususnya yang bergerak di bidang hand bag, pintu kayu, perhiasan," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Senin (2/11/2020).

Baca juga: Kemenkop UKM Ajak UMKM Manfaatkan Fasilitas GSP Ekspor Produk ke AS

Ia mengatakan, saat terjadi disrupsi perdagangan dunia akibat pandemi Covid-19, adanya keringanan bea masuk hingga nol persen di pasar AS tentu membawa angin segar bagi eksportir di Tanah Air. GSP menjadi insentif yang tepat bagi produk-produk primadona Indonesia.

"Termasuk bagi sektor UKM untuk bersaing di pasar AS," kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lutfi mengatakan, pada 2019 nilai ekspor Indonesia dengan fasilitas GSP mencapai 2,61 miliar dollar AS atau setara 13,1 persen dari keseluruhan ekspor Indonesia ke AS yang berjumlah 20,1 miliar dollar AS.

Sementara untuk periode Januari-Agustus 2020, nilainya berjumlah 1,87 miliar dollar AS atau naik 10,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Namun, selama ini dari 3.572 pos tarif yang mendapatkan fasilitas GSP, tercatat baru 729 pos tarif atau hanya 20,4 persen yang menggunakan tarif nol persen ke pasar AS. Sisanya, hampir 80 persen belum dimaanfaatkan.

Oleh sebab itu, ia memastikan, pemerintah dan pemangku kepentingan terkait akan mendorong pemanfaatan GSP tersebut. Sosialisasi yang intensif akan dilakukan kepada para eksportir Indonesia.

Selain itu, disusun pula road plan yang fokus pada skema 5+7+5 untuk meningkatkan perdagangan ke AS. Terdiri dari 5 produk utama, mencakup apparel atau pakaian, produk karet, alas kaki, elektronik, dan furniture.

Lalu 7 produk potensial mencakup produk kayu, travel goods, produk kimia lainnya, perhiasan, mainan, rambut artifisial, dan produk kertas. Serta 5 produk strategis mencakup produk mesin, produk plastik, suku cadang otomotif, alat optik dan medis, serta produk kimia organik.

Lutfi menekankan, fasilitas GSP sangat penting dalam membantu produk-produk ekspor unggulan Indonesia dapat terus kompetitif di pasar AS yang memang dikenal memiliki tingkat persaingan yang tinggi.

"Apalagi selama ini AS merupakan pasar ekspor non-migas terbesar kedua di dunia bagi Indonesia," ujar dia.

Baca juga: AS Perpanjang Fasilitas GSP RI, Luhut Optimis Kinerja Ekspor Meningkat

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.