Turun 42,6 Persen di Kuartal III 2020, Adira Catatkan Laba Bersih Rp 814 Miliar

Kompas.com - 03/11/2020, 16:34 WIB
Presiden Direktur PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF), Hafid Hadeli (tengah) dan Direktur Keuangan Adira Finance, I Dewa Made Susila (kanan) berfoto bersama di Jakarta, Jumat (15/2/2019). KOMPAS.com/MURTI ALI LINGGA Presiden Direktur PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF), Hafid Hadeli (tengah) dan Direktur Keuangan Adira Finance, I Dewa Made Susila (kanan) berfoto bersama di Jakarta, Jumat (15/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp 814 miliar atau turun sebesar 42,6 persen pada kuartal III 2020 dibandingkan periode yang sama di 2019.

Direktur Utama Adira Finance Hafid Hadeli mengatakan, penurunan ini terjadi dipengaruhi oleh penjualan industri otomotif yang juga sedang menurun, akibat adanya pandemi Covid-19.

"Sehingga sampai September 2020 ini, laba kami tutup mencapai Rp 814 miliar atau turun sebesar 42,6 persen dibandingkan 2019," ujar Hafid dalam Paparan Publik Tahunan 2020 PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk yang disiarkan secara virtual, Selasa (3/11/2020).

Baca juga: Restrukturisasi Kredit Adira Finance Capai Rp 18,6 Triliun

Lebih lanjut, Hafid menjelaskan, untuk penjualan mobil hingga September 2020 tercatat telah berhasil menjual 407.000 unit mobil.

Angka ini pun telah turun sebesar 46 persen secara year on year (yoy).

Sementara untuk penjualan sepeda motor ada sebanyak 2,9 juta unit dengan waktu penjualan sepanjang Januari hingga September 2020.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Industri penjualan sepeda motor ini juga turun sebesar 40 persen," ucap Hafid.

Sementara itu, dari sisi penyaluran restrukturisasi kredit, Adira menyalurkan restrukturisasi kredit kepada para debiturnya sebesar Rp 18,6 triliun.

"Restrukturisasi kami berikan, sejalan dengan adanya imbauan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang di mana sampai September 2020 berhasil kita berikan sebesar Rp 18,6 triliun," kata Hafid.

Hafid menambahkan, dari angka ini, restrukturisasi terbesar telah disalurkan pada bulan April, Mei dan Juni.

Sementara pada bulan Juli, Agustus, dan September, jumlah restrukturisasi per bulannya sudah mengecil.

"Dari jumlah Rp 18,6 triliun tersebut, di bulan September 2020 yang restrukturisasinya sudah mengecil, Rp 230 miliar saja," jelas Hafid.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.