Unilever Fokus Digitalisasi untuk Dorong Penjualan di Tengah Pandemi

Kompas.com - 03/11/2020, 17:00 WIB
logo Unilever shutterstock.comlogo Unilever

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menyatakan bakal fokus pada pemasaran secara digital untuk meningkatkan penjualan produk, terlebih di tengah masa pandemi Covid-19.

Direktur Keuangan Unilever Indonesia Arif Hudaya mengatakan, strategi ini sejalan dengan pergeseran kebiasaan konsumen yang melakukan pembelian lewat jalur online. Tahun ini saja setidaknya sekitar 60 persen konsumen di Indonesia telah mencoba metode belanja digital.

"Perseroan terus melakukan ekspansi dengan memperkuat daya saing di seluruh jalur penjualan salah satunya adalah digital," ujarnya dalam public expose virtual, Selasa (3/11/2020).

Baca juga: Peserta yang Sudah Terima Insentif Kartu Prakerja Tahun Ini, Tak Bisa Ikut di Tahun Depan

Ia menjelaskan, Unilever Indonesia saat ini memiliki tiga konsep pemasaran digital. Pertama, digital dengan melakukan kontak langsung ke konsumen lewat aplikasi chat atau program Unilever Home Delivery.

Kedua, digital business to consumer (B2C) atau melalui e-commerce. Serta ketiga, digital business to business (B2B) atau dengan penerapan Sahabat Warung.

Arif mengatakan, penjualan dari segi digital e-commerce memang sudah dilakukan oleh perseroan cukup lama. Meski demikian, kontribusinya memang baru sekitar 2-3 persen dari total penjualan.

Tetapi ia meyakini segmen digital ini akan terus berkembang pesat, sehingga perseroan akan terus menaruh perhatian pada penjualan lewat e-commerce.

Baca juga: Jika Trump Kalah Pilpres AS, Bagaimana Nasib Fasilitas GSP Indonesia?

"Ini adalah segmen yang berkembang dengan cepat, pertumbuhan hampir selalu lebih dari dua kali. Ini membuat segmen e-commerce menjadi prioritas kami ke depannya," jelas Arif

Di sisi lain, perseroan tengah mengembangkan Sahabat Warung, aplikasi berbasis android yang bisa membantu para pedagang warung untuk mendapatkan poduk Unilever secara online tanpa harus keluar rumah.

Menurutnya, penggabungan kinerja antara pemasaran digital lewat e-commerce dan Sahabat Warung diyakini akan mendorong penjualan perseroan. Sehingga kontribusi segmen digital diharapkan akan meningkat pada total penjualan.

"Jika kita gabungkan B2C dan B2B, dua hal ini akan menciptakan sinergi yang lebih besar, sehingga harapannya mempunyai kontribusi yang lebih besar kedepannya," tutup dia.

Baca juga: Deretan Rumah Mewah yang Dilelang Online, Harga Tertinggi Rp 67 Miliar



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X