AS Perpanjang Fasilitas GSP, Peluang Genjot Ekspor Tekstil

Kompas.com - 04/11/2020, 12:01 WIB
Wabup Sumedang H Erwan Setiawan saat sidak ke pabrik tekstile di kawasan industri Jatinangor, Rabu (6/5/2020). Dok. Humas Pemda Sumedang/KOMPAS.com KOMPAS.COM/AAM AMINULLAHWabup Sumedang H Erwan Setiawan saat sidak ke pabrik tekstile di kawasan industri Jatinangor, Rabu (6/5/2020). Dok. Humas Pemda Sumedang/KOMPAS.com

JAKARTA,KOMPAS.com - Perpanjangan fasilitas Generalized System of Preference (GSP) dari Pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia akan menguntungkan bagi ekspor produk tekstil nasional. Apalagi selama ini pasar tekstil AS punya nilai yang besar.

Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) menyebutkan, ekspor tekstil ke AS sekitar 35 persen dari total ekspor nasional setiap tahunnya sehingga pasar AS sangat penting. Namun demikian, Redma Gita Wirawasta, Sekjen APSyFI beranggapan, fasilitas GSP yang diberikan sebenarnya belum terlalu signifikan.

"Fasilitas GSP yang diberikan untuk tekstil dan produk tekstil (TPT), menurut saya tidak terlalu signifikan karena lebih banyak diberikan untuk produk-produk yang tidak dikonsumsi secara besar. Meskipun cukup bermanfaat untuk beberapa produk," terangnya kepada Kontan.co.id, Selasa (3/11/2020).

Baca juga: Rupiah Menguat Pagi Ini, Ada di Level Rp 14.514 Per Dollar AS

Jadi pengaruhnya, kata Redma, untuk ekspor tidak akan lebih dari 5 persen saja. Adapun jenis produk kain yang mendapatkan fasilitas GSP meliputi kain sutra, kain cotton yang dibuat dengan hand-loom, hand-loom karpet. Memang kebanyakan yang terkait dengan buatan tangan, sementara untuk produk tekstilnya kebanyakan sarung tangan dan produk kerajinan tangan, serta sedikit beberapa jenis pakaian wanita.

Mengenai kebijakan perdagangan Pemerintah AS, menurut Redma, di produk tekstil saat ini tidak terlalu protektif. Walau demikian, produk Indonesia masing kalah dari beberapa negara produsen lainnya yang mempunyai perjanjian dagang seperti Meksiko dan Vietnam.

Negara-negara tersebut punya perjanjian dagang dengan bea masuk lebih rendah bahkan sebagian besar 0 persen. Namun seiring terjadinya perang dagang AS - China, terjadi proteksi barang-barang dari China secara besar-besaran.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal itu dapat menjadi peluang negara lain untuk mempenetrasi pasar AS, termasuk produk tekstil asal Indonesia. Redma menilai, kebijakan presiden AS saat ini Donald Trump pun sebenarnya sangat nasionalis yang berorientasi melindungi pasar domestik.

Baca juga: Soal Kelanjutan Program Kartu Prakerja, Ini Penjelasan Pelaksana

"Ini membuat upaya penetrasi pasar kita ke AS menjadi sempit. Maka fasilitas GSP yang diberikan pun dipilah khusus untuk produk-produk yang memang mereka perlukan dengan jumlah konsumsi domestik yang tidak terlalu besar," katanya.

Bahkan saat ini ada upaya penerapan trade remedies untuk beberapa produk tekstil.

Kata Redma, pekan lalu, AS sedang menginisiasi penerapan anti dumping untuk benang tekstur polyester. Terciptanya dua kubu akibat pemilu di AS antara Trump dan Biden, menurut Redma, tidak akan memberikan dampak besar pada perubahan kebijakan perdagangan.

Ia melihat, dengan pasar domestik dan konsumsinya yang sangat besar serta neraca perdagangan defisit yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonominya ditambah dengan upaya pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19, siapa pun Presiden AS terpilih sepertinya akan mengambil kebijakan yang sama. Meski ada kemungkinan kebijakan yang diambil Joe Biden jika ia menang tidak seketat Donald Trump. (Reporter: Agung Hidayat | Editor: Khomarul Hidayat)

Baca juga: Daftar BLT UMKM, Ini Hal-hal yang Perlu Diperhatikan

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Perpanjangan fasilitas GSP jadi peluang menggenjot ekspor produk tekstil ke AS

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.