Ekonom Indef Sebut Indonesia Peringkat 5 di Dunia yang Paling Banyak Kembangkan Startup

Kompas.com - 04/11/2020, 16:38 WIB
Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira  di Jakarta, Kamis (21/11/2019). KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMAPeneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira di Jakarta, Kamis (21/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ekonom Indef Bhima Yudistira Adhinegara mengatakan, Indonesia merupakan negara ke-lima terbesar di dunia yang banyak merintis usaha baru atau disebut startup.

Hal ini didukung adanya ekonomi digital yang membuat Indonesia bisa membangun usaha baru.

"Mereka menggunakan kesempatan booming ekonomi digital ini untuk menciptakan usaha baru. Makanya kita kenal adanya startup. Indonesia masuk negara nomor 5 yang jumlah startupnya paling banyak di dunia," ujar Bhima melalui daring, Rabu (4/11/2020).

Baca juga: Ada Pandemi, Ini Sektor Startup yang Dilirik Investor untuk Diberi Suntikan Dana

Adapun jumlah rintisan usaha baru (startup) tersebut pada tahun ini mencapai 2.200 usaha.

Padahal, tahun sebelumnya, kata Bhima, perusahaan startup hanya mencapai 1.500 hingga 1.800.

"Jadi ada 2.200 startup, tahun sebelumnya cuma ada dikisaran 1.500-1.800. Karena adanya pandemi, langsung melonjak menjadi 2.200," kata Bhima.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Perusahaan stratup ini banyak didominasi oleh generasi milenial yang jumlahnya mencapai 97 juta orang.

Bahkan, generasi milenial, lanjut Bhima, mampu menciptakan pemulihan ekonomi.

"Di situ ada logic, milenial ini dapat mendorong pemulihan ekonomi nasional. Kita juga melihat adanya tren bonus demografi, bisa disebut peluang sekali seumur hidup di Indonesia. Di Pulau Jawa sudah terjadi bonus demografi ini," ujar Bhima.

Bhima berharap, generasi milenial dapat memahami literasi keuangan dan juga memanfaatkan ekonomi digital dengan baik.

"Artinya, dengan adanya fintech, inklusi keuangan, milenial juga literasi keuangannya diharapkan lebih baik, mereka bisa memanfaatkan booming ekonomi digital untuk pinjaman. Misalnya pinjaman untuk pembelian laptop. Laptopnya digunakan untuk membuat startup," kata Bhima.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.