Barito Pacific Cetak Pendapatan Rp 23,2 Triliun pada Kuartal III 2020, Ini Penopangnya

Kompas.com - 04/11/2020, 18:06 WIB
Ilustrasi rupiah, gaji. Shutterstock/Pepsco StudioIlustrasi rupiah, gaji.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Barito Pacific Tbk (BRPT) catatkan pendapatan bersih konsolidasi sebesar 1,66 miliar dollar AS atau Rp 23,2 triliun (Kurs Rp 14.500) pada kuartal III tahun 2020. Sementara itu, tingkat EBITDA perseroan pada kuartal III tahun 2020 sebesar 386 juta dollar AS dengan keuntungan bersih konsolidasi sebesar 76 juta dollar AS.

Keuntungan bersih yang dapat diatribusikan kepada perusahaan sebesar 11,3 juta dollar AS di kuartal III tahun 2020, dari yang sebelumnya mencatatkan kerugian bersih sebesar 8,9 juta dollar AS pada kuartal II tahun 2020.

Direktur Keuangan BRPT David Kosasih mengatakan, peningkatan kinerja BRPT ini didorong oleh rebound pertumbuhan industri petrokimia sehingga kinerja lini bisnis petrokimia BRPT yang terus menunjukkan tren positif pada kuartal ketiga dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

"Selain itu, bisnis anak perusahaan di sektor energi juga terus memberikan kontribusi yang besar dan stabil pada perolehan pendapatan dan laba secara konsolidasi," kata David dalam siaran pers, Rabu (4/11/2020).

Baca juga: Pendapatan Blue Bird Naik 51 Persen di Kuartal III 2020

Di tengah pandemi Covid-19, anak usaha BRPT yakni PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) telah menyelesaikan pabrik MTBE dan Butene-1 pertama di Indonesia tepat waktu, sesuai anggaran dan memenuhi spesifikasi, meningkatkan total kapasitas produksi sebesar 128KTA untuk MTBE dan 43KTA untuk Butene-1.

Pembangunan pabrik tersebut, menjadikan kapasitas total produksi TPIA keseluruhan menjadi 4,2 MTA dan menandai keberhasilan pelaksanaan dan penyelesaian Integrasi TPIA 2015-2020.

David menjelaskan, TPIA telah menyelesaikan pembangunan Enclosed Ground Flare baru yakni teknologi suar tanpa asap di komplek pabriknya di Cilegon dengan nilai investasi 14 juta dollar AS yang juga diselesaikan tepat waktu.

David menambahkan, peningkatan kinerja Barito Pacific juga dibantu oleh performa anak usaha di sektor energi terbarukan, Star Energy (SE) yang terus memberikan stabilitas bagi kinerja perseroan.

Untuk periode ini, terjadi peningkatan pendapatan bersih yang diraih oleh SE yang mencapai 394 juta dollar AS atau tumbuh 4,2 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 378 juta dollar AS.

"Kami optimistis ke depan, kontribusi SE pada BRPT akan semakin besar seiring perkembangan bisnis SE di Indonesia," jelas dia.

Saat ini, Star Energy memiliki kapasitas pengelolaan panas bumi dengan kapasitas sebesar 875 Megawatt (MW). Selanjutnya, perseroan berencana menambah kapasitas sampai dengan 1200 MW dalam 10 tahun mendatang.

Baca juga: Sempat Anjlok, Pendapatan Puma Membaik di Kuartal III 2020



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menteri Trenggono Minta Eksportir Perikanan Jangan Nakal soal Pajak

Menteri Trenggono Minta Eksportir Perikanan Jangan Nakal soal Pajak

Whats New
Minta PMI Tidak Mudik Lebaran, Pemerintah: Bersabarlah Dulu

Minta PMI Tidak Mudik Lebaran, Pemerintah: Bersabarlah Dulu

Whats New
Alamat BNI, BRI, BTN dan Mandiri untuk Tukar Uang Baru di Surabaya dan Sekitarnya

Alamat BNI, BRI, BTN dan Mandiri untuk Tukar Uang Baru di Surabaya dan Sekitarnya

Whats New
Erick Thohir Ajak Milenial Buka Lapangan Kerja Agar Tak Bergantung Pemerintah

Erick Thohir Ajak Milenial Buka Lapangan Kerja Agar Tak Bergantung Pemerintah

Whats New
Industri Tambak Udang di Bangka Menggeliat, Permintaan Listrik Ikut Melonjak

Industri Tambak Udang di Bangka Menggeliat, Permintaan Listrik Ikut Melonjak

Whats New
Di Wilayah Ini, Harga Cabai, Bawang, Daging Sapi, Ayam, dan Telur Mulai Naik

Di Wilayah Ini, Harga Cabai, Bawang, Daging Sapi, Ayam, dan Telur Mulai Naik

Whats New
Alamat BCA dan Bank Swasta Lain di Jabodebek untuk Tukar Uang Baru

Alamat BCA dan Bank Swasta Lain di Jabodebek untuk Tukar Uang Baru

Whats New
Erick Thohir Sebut Perekonomian Indonesia Mampu Tumbuh 7 Persen, ini Alasannya

Erick Thohir Sebut Perekonomian Indonesia Mampu Tumbuh 7 Persen, ini Alasannya

Whats New
Erick Thohir: Apartement untuk Generasi Milenial akan Segera Hadir

Erick Thohir: Apartement untuk Generasi Milenial akan Segera Hadir

Whats New
Banyak Negara Batasi Ekspor Vaksin Covid-19, Erick Thohir Fokus Pengadaan dari Dalam Negeri

Banyak Negara Batasi Ekspor Vaksin Covid-19, Erick Thohir Fokus Pengadaan dari Dalam Negeri

Whats New
Dua Kandidat Utama Pengelola TMII, Taman Wisata Candi yang Terkuat

Dua Kandidat Utama Pengelola TMII, Taman Wisata Candi yang Terkuat

Whats New
Baru Diblokir, Website Baru Binomo Sudah Muncul Lagi

Baru Diblokir, Website Baru Binomo Sudah Muncul Lagi

Whats New
[POPULER DI KOMPASIANA] Berburu Takjil Berbuka | Tantangan Berpuasa di Eropa | Referensi Menu Berbuka

[POPULER DI KOMPASIANA] Berburu Takjil Berbuka | Tantangan Berpuasa di Eropa | Referensi Menu Berbuka

Rilis
Visi Bisnis Gojek dan Tokopedia, Visi Anda Apa?

Visi Bisnis Gojek dan Tokopedia, Visi Anda Apa?

Whats New
Kalahkan Jeff Bezos, Elon Musk Menangkan Kontrak Bangun Roket dari NASA

Kalahkan Jeff Bezos, Elon Musk Menangkan Kontrak Bangun Roket dari NASA

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X