Kemenkeu: Kuartal III-2020 Hanya Konsumsi Pemerintah yang Tumbuh Signifikan

Kompas.com - 04/11/2020, 19:38 WIB
Foto dirilis Kamis (28/4/2020), menunjukkan pengumuman penutupan toko akibat merebaknya wabah Covid-19, terpasang di pintu sebuah toko yang tutup di kawasan Pasar Baru, Jakarta. Imbas wabah Covid-19, gejolak pada aspek kesehatan turut merembet ke sektor ekonomi dengan sebagian besar aktivitas ekonomi di Tanah Air terhenti. ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAFoto dirilis Kamis (28/4/2020), menunjukkan pengumuman penutupan toko akibat merebaknya wabah Covid-19, terpasang di pintu sebuah toko yang tutup di kawasan Pasar Baru, Jakarta. Imbas wabah Covid-19, gejolak pada aspek kesehatan turut merembet ke sektor ekonomi dengan sebagian besar aktivitas ekonomi di Tanah Air terhenti.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Keuangan memperkirakan hampir seluruh komponen pembentuk Produk Domestik Bruto (PDB) masih akan mengalami kontraksi pada kuartal III tahun ini.

Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) bakal mengumumkan realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal III-2020 besok, Kamis (4/11/2020).

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio Kacaribu mengatakan, hanya konsumsi pemerintah yang akan mengalami pertumbuhan signifikan di kuartal III ini.

"Hal ini diharapkan mencerminkan bahwa peran belanja pemerintah memang sangat sentral dalam kondisi saat ini," ujar Febrio dalam webinar Simposium Nasional Keuangan Negara (SNKN) 2020 secara virtual, Rabu (4/11/2020).

Baca juga: Stafsus Menkeu Prediksi Ekonomi Indonesia di Kuartal IV Tumbuh 0,31 Persen

Febrio pun menjelaskan pemerintah terus memantau dan melakukan evaluasi realisasi belanja penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Menurut dia, beberapa program PEN seperti Program Keluarga Harapan (PEN) dan Kartu Sembako cenderung lebih cepat terealisasi karena memiliki data yang memadai dan mekanisme pencairan yang lebih siap.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Untuk program-program baru, kecepatan realisasinya tentu tergantung pada data yang mendukung serta juga mekanisme penyalurannya," jelas dia.

Untuk diketahui, pada kuartal II lalu, realisasi pertumbuhan ekonomi mengalami kontraksi yang cukup dalam, yakni sebesar 5,32 persen.

Konsumsi pemerintah tercatat minus 6,9 persen pada kuartal II, sementara konsumsi rumah tangga mengalami kontraksi hingga 5,6 persen.

Pada kuartal III ini, konsumsi pemerintah diperkirakan tumbuh 9,8 persen hingga 17 persen terhadap PDB.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.