KILAS

Tingkatkan Indeks Pertanaman di Kabupaten Ciamis, Kementan Lakukan RJIT

Kompas.com - 05/11/2020, 13:39 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo meninjau progres food estate di Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, Kamis (8/10/2020).
DOK. Humas Kementan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo meninjau progres food estate di Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, Kamis (8/10/2020).

KOMPAS.com - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, peningkatan indeks pertanaman (IP) sangat penting untuk meningkatkan produktivitas.

“Produktivitas bisa ditingkatkan melalui indeks pertanaman, sedangkan indeks pertanaman bisa dilakukan dengan pasokan air yang memadai,” tutur SYL.

Oleh karena itu, lanjut SYL, dengan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT), Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan lahan persawahan mendapatkan pasokan air tersebut.

“Seperti yang sudah dilakukan Kementan pada Desa Tanjungjaya, Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat,” kata SYL, seperti dalam keterangan tertulis yang Kompas.com terima, Kamis (5/11/2020).

Baca juga: Maksimalkan Potensi Pertanian Malaka, Kementan Salurkan Bantuan Alsintan ke Petani

Lebih lanjut SYL mengungkapkan, indeks pertanaman di wilayah ini telah mengalami peningkatan karena RJIT yang dilakukan Kementan melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Awalnya, indeks pertanaman di Desa Tanjung Jaya adalah IP 200 atau dua kali tanam dalam satu tahun. Namun, sesudah rehabilitasi jaringan irigasi dilakukan, petani mampu tanam tiga kali dalam satu tahun atau IP 300,” ujar SYL.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal (Dirjen) PSP Kementan Sarwo Edhy menyatakan, kegiatan RJIT adalah bagian dari water management.

Baca juga: Dukung Pertanian Modern, Kementan Salurkan Bantuan Alsintan ke Petani

“Tujuannya bukan hanya memperbaiki atau merehabilitasi jaringan irigasi yang rusak,” kata Sarwo.

Adapun RJIT dilakukan untuk meningkatkan atau memaksimalkan fungsi irigasi. Dengan begitu, dapat meningkatkan indeks pertanaman, produktivitas, dan mendukung ketahanan pangan.

Terkait irigasi Desa Tanjung Jaya, Sarwo menjelaskan, sebelum kegiatan RJIT ayng dilakukan Kelompok Tani (Kelota) Harapan Makmur, kondisi saluran irigasi di sana masih berupa saluran tanah.

Baca juga: Cegah Kerugian Akibat Bencana, Kementan Ajak Petani di Ciamis Asuransikan Lahan

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.