Indonesia Resmi Resesi, Ini Faktor yang Bikin Ekonomi RI Kuartal III Kembali Negatif

Kompas.com - 05/11/2020, 15:33 WIB
Kepala BPS Suhariyanto di Gedung BPS, Jakarta, Rabu (5/2/2020). KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYAKepala BPS Suhariyanto di Gedung BPS, Jakarta, Rabu (5/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Perekonomian Indonesia resmi masuk jurang resesi pada kuartal III-2020. Pasalnya, realisasi laju perekonomian pada kuartal III tercatat kembali minus, yakni 3,49 persen setelah sebelumnya sempat terperosok cukup dalam, yakni sebesar 5,32 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto memaparkan kontraksi perekonomian terjadi lantaran baik dari sisi permintaan maupun penawaran barang dan jasa masih mengalami penurunan.

Dia mencontohkan, pada kuartal III tahun ini masih terjadi penurunan tingkat produksi mobil hingga 68,47 persen, meski di sisi lain terjadi peningkatan produksi jika dihitung secara kuartalan, yakni sebesar 172,78 persen.

Baca juga: Catat, Ini Tips Mengelola Keuangan Saat Resesi

Dari sisi permintaan, penjualan mobil terjadi peningkatan hingga 362,17 persen jika dibandingkan dengan kuartal II lalu. Meski demikian, bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu, jumlah penjualan mobil di kuartal III tahun ini masih merosot 59,30 persen.

"Untuk penjualan sepeda motor sepanjang kuartal III juga mengalami fenomena yang sama, naik 190,75 persen secara kuartalan, namun year on year (perbandingan tahunan) masih turun 46,14 persen," ujar dia ketika memberikan keterangan pers secara virtual, Kamis (5/11/2020).

Bila dilihat dari indikator lain, yakni produksi semen mengalami peningkatan 42,09 persen menjadi 18,01 juta ton pada kuartal III tahun ini. Produksi semen merupakan indikator yang menunjukkan pergerakan sektor konstruksi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski demikian, bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu, nilai tersebut masih menurun 8,57 persen.

Kinerja sektor pariwisata pun belum pulih secara penuh. Jumlah wisatawan mancanegara pada kuartal III hanya sebanyak 474.062 kunjungan. Jumlah tersebut bahkan menurun 1,25 persen dibanding kuartal II. Sementara jika dibandingkan tahun sebelumnya, kontraksi terjadi lebih dalam yakni 89,18 persen.

"Dan dampaknya tentu ke sektor-sektor pendukung pariwisata seperti tingkat okupansi hotel, restoran, industri makanan minuman, serta industri ekonomi kreatif," jelas Suhariyanto.

Baca juga: Komite PC PEN: Dunia Alami Resesi Terhebat Sejak PD II



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Juli 2021, Harga Minyak Mentah Indonesia Naik Jadi 71,17 Dollar AS per Barel

Juli 2021, Harga Minyak Mentah Indonesia Naik Jadi 71,17 Dollar AS per Barel

Whats New
[TREN FILM KOMPASIANA] Romansa Musim Panas 'Words Bubble Up Like Soda Pop' | 'Rurouni Kenshin: The Beginning' Anti Klimaks | Trailer Kedua Sekuel 'Venom' Dirilis

[TREN FILM KOMPASIANA] Romansa Musim Panas "Words Bubble Up Like Soda Pop" | "Rurouni Kenshin: The Beginning" Anti Klimaks | Trailer Kedua Sekuel "Venom" Dirilis

Rilis
BEI: Penggalangan Dana di Pasar Modal Semester II Masih Menjanjikan

BEI: Penggalangan Dana di Pasar Modal Semester II Masih Menjanjikan

Rilis
Erick Thohir Minta Direksi BUMN Perhatikan Karyawannya yang Terkena Covid-19

Erick Thohir Minta Direksi BUMN Perhatikan Karyawannya yang Terkena Covid-19

Rilis
Terus Tumbuh, Transaksi QRIS Meroket 214 Persen

Terus Tumbuh, Transaksi QRIS Meroket 214 Persen

Whats New
Modalku Luncurkan Pinjaman Terproteksi untuk Pendana, Apa Itu?

Modalku Luncurkan Pinjaman Terproteksi untuk Pendana, Apa Itu?

Rilis
Catat, Ini Tiga Perbedaan Skema Subsidi Gaji Tahun 2021 dengan 2020

Catat, Ini Tiga Perbedaan Skema Subsidi Gaji Tahun 2021 dengan 2020

Whats New
Bantuan UKT Rp 2,4 Juta Segera Cair, Begini Syarat dan Cara Daftarnya

Bantuan UKT Rp 2,4 Juta Segera Cair, Begini Syarat dan Cara Daftarnya

Whats New
Anthony Salim Lakukan Aksi Gadai Saham DCII, Ini Penjelasan Manajemen

Anthony Salim Lakukan Aksi Gadai Saham DCII, Ini Penjelasan Manajemen

Whats New
Serikat Karyawan Garuda Indonesia Minta Syarat Tes PCR Bagi Penumpang Diganti Jadi Antigen

Serikat Karyawan Garuda Indonesia Minta Syarat Tes PCR Bagi Penumpang Diganti Jadi Antigen

Whats New
Batas Maksimum Gaji Pegawai DKI Rp 4,5 Juta Untuk Dapat Subsidi Upah

Batas Maksimum Gaji Pegawai DKI Rp 4,5 Juta Untuk Dapat Subsidi Upah

Whats New
Harga Batu Bara Acuan Tembus 130 Dollar AS per Ton, Tertinggi Dalam 1 Dekade

Harga Batu Bara Acuan Tembus 130 Dollar AS per Ton, Tertinggi Dalam 1 Dekade

Whats New
Lawan Pandemi, Kadin Gandeng PMI Sediakan Sarana dan Prasarana Plasma Konvalesen

Lawan Pandemi, Kadin Gandeng PMI Sediakan Sarana dan Prasarana Plasma Konvalesen

Whats New
 Kuartal II 2021, Bank Permata Catatkan Laba Bersih Rp 639 Miliar

Kuartal II 2021, Bank Permata Catatkan Laba Bersih Rp 639 Miliar

Whats New
Sepanjang Semester I 2021, Indika Energy Sudah Serap Belanja Modal Rp 529 Miliar

Sepanjang Semester I 2021, Indika Energy Sudah Serap Belanja Modal Rp 529 Miliar

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X