Indonesia Resmi Resesi, Apakah Akan Ada Gelombang PHK Besar-besaran?

Kompas.com - 05/11/2020, 16:06 WIB
Ilustrasi resesi ekonomi shutterstock.comIlustrasi resesi ekonomi

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia resmi memasuki zona resesi, setelah Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal III-2020 yang terkonraksi 3,49 persen.

Sejumlah orang pun menilai, resesi akan menimbulkan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal ke depannya.

Namun, Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Pieter Abdullah, membantah pandangan tersebut.

Baca juga: Komite PC PEN: Dunia Alami Resesi Terhebat Sejak PD II

Pasalnya, pengumuman yang disampaikan oleh BPS hanya lah sebuah laporan semata. Adapun dampak dari kontraksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2020 sudah dirasakan pada periode Juli-September.

"Resesi ini menurut saya tidak berdampak ke depan. Sekali lagi, resesi adalah stempel untuk yang sudah kita lalui," katanya kepada Kompas.com, Kamis (5/11/2020).

Pieter tidak menyangkal pertumbuhan ekonomi yang negatif berdampak kepada terjadinya PHK dan juga peningkatan kemiskinan.

Kendati demikian, hal-hal tersebut sudah dilalui oleh Indonesia.

"Dampak dari kontraksi ekonomi pada triwulan dua dan triwulan tiga yaitu PHK dan meningkatnya kemiskinan sudah kita rasakan," ujarnya.

Lebih lanjut, Pieter memproyeksikan perekonomian ke depan akan terus tumbuh positif.

Hal tersebut terefleksikan dari sinyal positif pertumbuhan ekonomi kuartal III-2020 secara kuartalan, yakni 5,05 persen.

"Trend perbaikan ini diperkirakan akan berlanjut pada triwulan empat," ucapnya.

Baca juga: Ekonomi Kuartal III-2020 Minus 3,49 Persen, Indonesia Resmi Resesi



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X