Ekonom Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal IV 2020 Masih Negatif

Kompas.com - 05/11/2020, 17:08 WIB
Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira  di Jakarta, Kamis (21/11/2019). KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMAPeneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira di Jakarta, Kamis (21/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira Adhinegara memprediksi ekonomi Indonesia masih akan terkontraksi di Kuartal IV 2020.

Di kuartal III 2020 sendiri, pertumbuhan ekonomi RI masih minus 3,49 persen. Dengan begitu, Indonesia mengalami resesi karena di kuartal II 2020 ekonomi juga minus 5,32 persen.

“Pertumbuhan kuartal ke IV 2020 diperkirakan masih negatif. Minus 1,5 persen sampai dengan minus 3,5 persen yoy,” ujar Bhima kepada Kompas.com, Kamis (5/11/2020).

Baca juga: Pemerintah: Dunia Alami Resesi Terhebat Sejak PD II

Selain itu kata Bhima, jika dilihat secara kumulatif di 2020 ini pertumbuhan ekonomi Indonesia masih negatif.

Pada kuartal I 2020 sendiri, ekonomi Indonesia masih tumbuh 2,97 persen. Lalu pada kuartal II 2020 ekonomi Indonesia terkontraksi 5,32 persen. Selanjutnya, di kuartal III ekonomi Tanah Air minus 3,49 persen.

Dengan begitu, Indonesia mengalami resesi karena mengalami pertumbuhan ekonomi yang minus dua kuartal berturut-turut.

“Sementara pertumbuhan full 2020 dikisaran minus 2 persen sampai dengan minus 3,5 persen,” kata dia.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik ( BPS) melaporkan, produk domestik bruto (PDB) RI pada kuartal III-2020 minus 3,49 persen (year on year/yoy).

Secara kuartalan, ekonomi sudah mulai tumbuh sebesar 5,05 persen dan secara kumulatif masih terkontraksi 2,03 persen.

Dibandingkan kuartal II-2020, realisasi pertumbuhan ekonomi tersebut membaik. Pasalnya, pada kuartal II lalu, pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi yang cukup dalam, yakni mencapai 5,32 persen.

"Dengan berbagai catatan peristiwa pada triwulan II-2020, ekonomi Indonesia kalau PDB atas dasar harga konstan kita bandingkan pada kuartal II-2019, maka ekonomi kontraksi 3,49 persen," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi video, Kamis (5/11/2020).

Baca juga: Indonesia Resesi, Jokowi Dinilai Perlu Reshuffle Kabinet



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X