Kompas.com - 05/11/2020, 20:19 WIB
Doc. Bank BRI Syariah Kiki SafitriDoc. Bank BRI Syariah

JAKARTA, KOMPAS.com - BRI Syariah mencatatkan pelonjakan laba sebesar 237 persen pada kuartal III 2020.

Di periode ini, perseroan tersebut mencatatkan laba sebesar Rp 191 miliar.

Sementara itu, di periode yang sama pada tahun lalu, laba BRI Syariah hanya sebesar Rp 56 miliar.

Direktur Utama BRI Syariah Ngatari menyampaikan, di tengah pandemi Covid-19, BRI Syariah melakukan sejumlah langkah agar pertumbuhan bisnis bank tetap sehat.

Baca juga: BRI Syariah Pangkas 2 Komisaris

Misalnya, optimalisasi layanan perbankan digital sebagai langkah adaptive operations, selektif dalam menyalurkan pembiayaan serta melakukan restrukturisasi sebagai pre-emptive strategies for sustainable financing portfolio.

“Dan meningkatkan dana murah yang sehat serta mengatur dan menjaga posisi serta buffer likuiditas sebagai penerapan healthy liquidity management,” ujar Ngatari, Kamis (5/11/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, Direktur Operasional BRI Syariah Fahmi Subandi menambahkan, selain kenaikan laba, BRI Syariah juga tumbuh di sisi aset, pembiayaan, dan dana pihak ketiga.

Pertumbuhan ini di atas rata-rata industri.

Kinerja pembiayaan BRI Syariah pada September 2020 naik 57,9 persen secara year on year (yoy) menjadi Rp 40,3 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019 sebesar Rp 25,5 triliun.

Di sisi aset, BRI Syariah juga membukukan pertumbuhan 51,4 persen (yoy), menjadi Rp 56 triliun pada September 2020 dari Rp 37 triliun pada September 2019.

Sedangkan dana pihak ketiga, tumbuh 72,69 persen menjadi Rp 48,7 triliun pada September 2020, dari Rp 28,2 triliun di September 2019.

Direktur Bisnis Ritel BRIsyariah Fidri Arnaldy menjelaskan, pembiayaan segmen ritel menjadi pendukung utama pada pertumbuhan kinerja perusahaan.

Baca juga: Pemerintah Yakin Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 5 Persen pada 2021

Pada September 2020 total pembiayaan yang disalurkan BRI Syariah mencapai Rp 40,3 triliun, dan 76,6 persen dari portfolio pembiayaan perusahaan adalah pembiayaan ritel, yakni Rp 30,9 triliun.

Pembiayaan ritel konsumer dengan risiko rendah masih menjadi fokus BRI Syariah.

Total pembiayaan ritel konsumer tetap dominan dalam penyaluran pembiayaan perusahaan dengan angka Rp 12,2 triliun atau tumbuh 53,77 persen (yoy) pada September 2020.

Sementara itu, pertumbuhan pembiayaan yang paling tinggi terjadi di segmen ritel mikro, di mana jumlah outstanding meningkat hingga 165 persen (yoy) menjadi Rp 10,9 triliun pada September 2020. 



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.