[POPULER MONEY] Dampak Resesi | Pencairan BLT UMKM Tak Boleh Diwakilkan

Kompas.com - 06/11/2020, 06:33 WIB
Ilustrasi resesi ekonomi akibat pandemi virus corona. SHUTTERSTOCK/LIGHTSPRINGIlustrasi resesi ekonomi akibat pandemi virus corona.

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa Indonesia resmi masuk ke dalam jurang resesi. 

Produk domestik bruto (PDB) RI pada kuartal III-2020 minus 3,49 persen (year on year/yoy).

Meski begitu, secara kuartalan, ekonomi sudah mulai tumbuh sebesar 5,05 persen dan secara kumulatif masih terkontraksi 2,03 persen.

Dibandingkan kuartal II-2020 yang mengalami kontraksi 5,32 persen, realisasi pertumbuhan ekonomi tersebut membaik.

Kondisi ini lantas menjadi momok bagi Indonesia. 

Apa saja pengaruh resesi bagi masyarakat? Apa yang seharusnya dilakukan menghadapi resesi?

Penjelasan dampak resesi menjadi berita terpopuler Money, disusul dengan berita lainnya yakni soal pertumbuhan ekonomi yang minus, imbas harga minyak rendah bagi orang terkaya di Asia, hingga ketentuan pencairan BLT.

1. Dampak Resesi yang Dirasakan Masyarakat

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira Adhinegara membeberkan beberapa dampak yang mungkin terjadi di masyarakat setelah Indonesia masuk jurang resesi.

Pertama, akan terjadinya penurunan pendapatan di kelompok masyarakat menengah dan bawah secara signifikan.

Hal ini akan menimbulkan orang miskin baru.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sederhanakan Proses Pengiriman Barang, TIKI Gandeng Wehelpyou

Sederhanakan Proses Pengiriman Barang, TIKI Gandeng Wehelpyou

Whats New
Franchise Kebab Turki Baba Rafi: Syarat, Fasilitas, hingga Modal Awalnya

Franchise Kebab Turki Baba Rafi: Syarat, Fasilitas, hingga Modal Awalnya

Earn Smart
Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia Capai 11 Persen Selama Pandemi

Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia Capai 11 Persen Selama Pandemi

Whats New
Ombudsman Ungkap Kronologi Ledakan Kilang Balongan Versi Warga

Ombudsman Ungkap Kronologi Ledakan Kilang Balongan Versi Warga

Whats New
BI: Indeks Manufaktur Pada Fase Ekspansif di Kuartal I-2020

BI: Indeks Manufaktur Pada Fase Ekspansif di Kuartal I-2020

Whats New
[TREN HUMANIORA KOMPASIANA] Ramadhan Tiba | Rezeki Penjual Pandan | Peran Perempuan Flores dari Hiasan Pusaka

[TREN HUMANIORA KOMPASIANA] Ramadhan Tiba | Rezeki Penjual Pandan | Peran Perempuan Flores dari Hiasan Pusaka

Rilis
Registrasi Drone dan Pilot Drone Kini Bisa Online Lewat Sidopi

Registrasi Drone dan Pilot Drone Kini Bisa Online Lewat Sidopi

Whats New
BRI Pamit dari Aceh, Bagaimana Nasib Nasabah yang Mau Transaksi?

BRI Pamit dari Aceh, Bagaimana Nasib Nasabah yang Mau Transaksi?

Whats New
Presiden Jokowi Bebaskan Pajak Air Bersih, Ini Rinciannya

Presiden Jokowi Bebaskan Pajak Air Bersih, Ini Rinciannya

Whats New
Hasil Survei BI Tunjukan Kegiatan Dunia Usaha Terus Membaik

Hasil Survei BI Tunjukan Kegiatan Dunia Usaha Terus Membaik

Whats New
Per Triwulan I-2021, BSI Salurkan Pembiayaan Kepemilikan Rumah Rp 38 Triliun

Per Triwulan I-2021, BSI Salurkan Pembiayaan Kepemilikan Rumah Rp 38 Triliun

Whats New
Cara Mendapatkan Diskon Tarif Listrik 50 Persen April-Juni 2021

Cara Mendapatkan Diskon Tarif Listrik 50 Persen April-Juni 2021

Spend Smart
Menaker: Tata Kelola Penempatan Anak Buah Kapal Dibenahi

Menaker: Tata Kelola Penempatan Anak Buah Kapal Dibenahi

Rilis
Sandiaga Uno Perluas Dana Hibah Pariwisata, Angin Segar untuk Biro Perjalanan

Sandiaga Uno Perluas Dana Hibah Pariwisata, Angin Segar untuk Biro Perjalanan

Whats New
Garuda Indonesia Larang Pesawat Kargo Angkut Merek Ponsel yang Terbakar di Bandara Hong Kong

Garuda Indonesia Larang Pesawat Kargo Angkut Merek Ponsel yang Terbakar di Bandara Hong Kong

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X