Kuartal III-2020, Bukit Asam Catat Laba Bersih Rp 1,7 Triliun

Kompas.com - 06/11/2020, 14:11 WIB
Aktivitas tambang batu bara di PT. Bukit Asam Tbk Dok. Humas PT. Bukit Asam Tbk Aktivitas tambang batu bara di PT. Bukit Asam Tbk

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatatkan laba bersih senilai Rp 1,7 triliun di kuartal III-2020. Perolehan ini turun jika dibandingkan laba bersih pada periode yang sama pada 2019 lalu sebesar Rp 3,10 triliun.

Kendati begitu, Corporate Secretary PT Bukit Asam Tbk Apollonius Andwie mengatakan, perolehan ini masih positif meski terimbas pandemi Covid-19 serta menurunnya harga batu bara dunia.

“Perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 1,7 triliun hingga 30 September 2020. Dari sisi pendapatan, PTBA membukukan sebesar Rp 12,8 triliun,” ujar Andwie dalam keterangan tertulisnya, Jumat (6/11/2020).

Baca juga: Sri Mulyani: Titik Terburuk Perekonomian Sudah Dilewati...

Sementara itu, lanjut dia, aset perusahaan per September 2020 tercatat berada di angka Rp 24,5 triliun, dengan komposisi kas dan setara kas termasuk deposito berjangka (lebih dari 3 bulan) sebesar Rp 6,1 triliun atau 25 persen dari total aset.

Menurut Andwie, pandemi Covid-19 mengakibatkan penurunan konsumsi energi akibat diberlakukannya lockdown di beberapa negara tujuan ekspor seperti China dan India. Begitu juga kondisi di dalam negeri yang menjadi pasar mayoritas PTBA.

Turunnya konsumsi listrik di wilayah besar Indonesia seperti DKI Jakarta, Banten, Jawa dan Bali juga berdampak turunnya penyerapan batu bara domestik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Harga batu bara yang terus merosot selama tiga triwulan ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi perseroan,” kata dia.

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), harga batu bara acuan (HBA) ini merosot sekitar 24 persen dari 65,93 Dollar AS per ton pada bulan Januari 2020 menjadi 49,92 Dollar AS per ton pada bulan September 2020.

Baca juga: Joe Biden Unggul Sementara Dalam Pilpres AS, Waktu yang Tepat untuk Beli Emas?

Andwie menuturkan, efisiensi merupakan salah satu strategi PTBA untuk menjaga dan mencatatkan kinerja positif di tengah volatilitas harga dan berkurangnya permintaan pasokan batu bara.

Beberapa strategi efisiensi yang telah dilakukan PTBA adalah dengan terus melakukan upaya penurunan biaya usaha dan biaya pokok produksi melalui penerapan optimalisasi desain tambang.

Dari sisi produksi, PTBA mampu memproduksi 19,4 juta ton batu bara hingga September 2020 atau 77 persen dari target tahun ini yang telah disesuaikan menjadi 25,1 juta ton.

Kinerja angkutan batu bara juga menunjukkan performa yang terjaga dengan kapasitas angkutan batu bara tercatat mencapai 17,7 juta ton.

“Masih terjaganya kinerja operasional perusahaan hingga kuartal III-2020 tak lain merupakan hasil dari penerapan operational excellence yang berkelanjutan dan perluasan pasar yang menjadi strategi perusahaan dalam menjalankan bisnis di tahun ini,” ungkapnya.

Baca juga: Uang Rp 20 Miliar Gamer Winda Earl Raib, Maybank Hormati Proses Hukum



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.