Ini Penyebab Target Investasi RI Tak Tercapai di Kuartal III 2020

Kompas.com - 06/11/2020, 14:32 WIB
Ilustrasi dollar AS Thinkstock.comIlustrasi dollar AS

JAKARTA, KOMPAS.com - Target realisasi investasi kuartal III 2020 yang tak tercapai membuat Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mendapatkan sorotan.

Ekonom Indef Bhima Yudistira Adhinegara mengungkapkan salah satu penyebabnya adalah lambatnya kementerian atau lembaga (K/L) teknis dalam menindaklanjuti komitmen investasi dari Timur Tengah.

"Misalnya rencana investasi dari Arab Saudi untuk kerja sama kilang minyak itu kan akhirnya mangkrak karena kurangnya follow up atas kebutuhan si investor. Jadi pemerintah cenderung gembar gembor ada investasi masuk. Ketika investasinya benar-benar mau direalisasikan ternyata regulasi tidak siap, infrastruktur pendukung belum siap," katanya kepada Kompas.com, Jumat (6/11/2020).

Baca juga: Target Investasi Dianggap Sulit Tercapai Selama Masih Ada Pandemi

Dia memperkirakan, sebesar Rp 708 triliun jumlah investasi yang belum direalisasikan. Oleh karena itu, menurut Bhima, fokus pemerintah bukan saja menarik relokasi industri dari China, tapi negara yang sudah jelas mau berinvestasi di Indonesia segera ditindaklanjuti.

Lebih lanjut, kata dia, faktor lainnya adalah masalah high cost economy atau ekonomi berbiaya tinggi. Rata-rata ICOR (incremental capital output ratio) 5 tahun terakhir berada di 6,5.

"Ini artinya investasi di Indonesia cukup boros dibandingkan Negara Asean lainnya. Untuk menekan ICOR, ya korupsi harus diberantas, pungli disikat, dan juga infrastruktur harus bisa menurunkan biaya logistik yang masih 23,5 persen dari PDB (Produk Domestik Bruto)," kata dia.

Sementara itu, faktor pengungkit investasi yang diharapkan dari Undang-Undang (UU) Cipta Kerja dinilai belum mampu meningkatkan investasi langsung. Beberapa investor dari negara maju justru melihat adanya kemunduran kualitas investasi.

Baca juga: BKPM Sebut Tahun Depan 3 Juta Tenaga Kerja Terserap karena UU Cipta Kerja

Sebelumnya dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (2/11/2020) lalu, Presiden Joko Widodo menegur Luhut serta Bahlil Lahadalia lantaran investasi pada kuartal III-2020 terkontraksi hingga minus 6 persen.

Padahal Jokowi menargetkan investasi bisa tumbuh di bawah minus 5 persen pada kuartal III. Jokowi pun meminta Luhut dan Bahlil meningkatkan investasi yang masuk ke Indonesia pada kuartal IV sehingga tidak terlalu negatif pertumbuhannya.

Sedangkan, laporan Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi kuartal III 2020, minus sebesar 6,48 persen.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X