Kemenkeu Tegaskan Alokasi PMN Rp 42,3 Triliun ke BUMN Bukan Pemborosan

Kompas.com - 06/11/2020, 16:15 WIB
Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata
Penulis Mutia Fauzia
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 42,3 trililun untuk penyertaan modal negara ( PMN) kepada BUMN pada tahun 2021 mendatang.

Direktur Jenderal Kekayaan Negara Isa Rachmatarwata menegaskan untuk bisa merealisasikan PMN pemerintah, baik Kementerian Keuangan maupun Kementerian BUMN memiliki beberapa klasifikasi.

Dia mencontohkan, pemerintah tahun ini memberikan injeksi modal kepada PT Permodalan Nasional Madani (PNM) sebesar Rp 2,5 triliun. Pasalnya, PMN merupakan BUMN untuk menyalurkan kredit kepada pelaku usaha mikro.

Dengan pemberian PMN tersebut harapannya bisa membantu masyarakat yang perekonomiannya tertekan akibat pandemi.

Baca juga: Akhir Pekan, IHSG Naik 1,43 Persen

"Dikasih (PMN) itu untuk membuat BUMN bisa membantu masyarakat untuk survive, contoh PNM, itu support injeksi PNM tahun ini rencananya dua kali, Rp 1,5 triliun dan Rp 1 triliun. Itu kami lakukan karena kami meyakini PNM akan bisa membantu masyarakat survive di tengah pandemi dengan mempertahankan kegaitannya," ujar Isa dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (6/11/2020).

Dia menjelaskan, beberapa kriteria untuk BUMN mendapatkan PMN, yakni kreativitas proyek yang bakal dilakukan serta dampaknya terhadap masyarakat dan perekonomian, serta kemampuan pendanaan BUMN yang bersangkutan.

"Kalu ide bagus tapi BUMN tersebut memiliki kapasitas untuk biayai sendiri atau mengupayakan pembiayaan sendiri tidak serta merta disetujui PMNya. Yang di-support kebanyakan adalah ide-ide atau bahkan sebaliknya penugasan pemerintah harus dilakukan BUMN dan ternyata BUMN itu kapasitasnya mungkin terbatas," ujar dia.

Baca juga: Cek Rekening, Subsidi Gaji Disalurkan Hari Ini

Adapun pada tahun 2021 mendatang, ada 9 BUMN dan 1 kawasan industri yang bakal mendapat suntikan modal dari pemerintah. Jika dirinci BUMN tersebut terdiri atas PT PLN (Persero) sebesar Rp 5 triliun, PT Hutama Karya (Persero) Rp 6,2 triliun, PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) Rp 2,25 triliun, serta PT BPUI Rp 20 triliun.

Selain itu juga PT Pelindo III Rp 1,2 triliun, PT ITDC Rp 470 milira, PT PAL Rp 1,28 miliar, dan Indonesia Eximbank Rp 5 triliun.

Sementara untuk kawasan industri, pemerintah menyuntikan PMN sebesar Rp 977 miliar untuk Kawasan Industri Wijaya.

Baca juga: Bagaimana Nasib Uang Rp 20 Miliar Gamers Winda Earl? Ini Kata Maybank



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sudah Punya Akun Prakerja? Klik “Gabung” Gelombang 13, Ini Panduannya

Sudah Punya Akun Prakerja? Klik “Gabung” Gelombang 13, Ini Panduannya

Whats New
BRI Ungkap 4 Tantangan Adopsi AI di Dalam Negeri

BRI Ungkap 4 Tantangan Adopsi AI di Dalam Negeri

Whats New
Bersama PT KITB, Telkom Bangun Smart Industrial Estate Grand Batang City

Bersama PT KITB, Telkom Bangun Smart Industrial Estate Grand Batang City

Rilis
Harga Emas Antam Turun Rp 5.000, Simak Daftar Lengkapnya

Harga Emas Antam Turun Rp 5.000, Simak Daftar Lengkapnya

Whats New
Saham Bank Kecil Melonjak Terus Dalam Beberapa Hari Hingga Disuspensi, Ada Apa ?

Saham Bank Kecil Melonjak Terus Dalam Beberapa Hari Hingga Disuspensi, Ada Apa ?

Whats New
Formasi Guru dan Nakes Terbanyak, Ini Tahapan Seleksi CPNS 2021

Formasi Guru dan Nakes Terbanyak, Ini Tahapan Seleksi CPNS 2021

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Kriteria Jadikan Teman sebagai Rekan Bisnis | Uang Tak Kenal Teman | Berbisnis dengan Teman Nongkrong

[KURASI KOMPASIANA] Kriteria Jadikan Teman sebagai Rekan Bisnis | Uang Tak Kenal Teman | Berbisnis dengan Teman Nongkrong

Rilis
IHSG Pagi Ini Melaju di Zona Merah, Bagaimana dengan Rupiah ?

IHSG Pagi Ini Melaju di Zona Merah, Bagaimana dengan Rupiah ?

Whats New
Sahamnya Disuspensi Bursa Berhari-hari, Ini Penjelasan FORU

Sahamnya Disuspensi Bursa Berhari-hari, Ini Penjelasan FORU

Whats New
Kabar Gembira, Bank Mandiri Juga Turunkan Bunga Kredit Seluruh Segmen

Kabar Gembira, Bank Mandiri Juga Turunkan Bunga Kredit Seluruh Segmen

Whats New
LRT dan MRT di 5 Kota Segera Dibangun, Bukan dari APBN atau Utang

LRT dan MRT di 5 Kota Segera Dibangun, Bukan dari APBN atau Utang

Whats New
IHSG Masih Bakal Menguat, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Masih Bakal Menguat, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
Sri Mulyani Jelaskan Kronologi Kasus Suap Pegawai Ditjen Pajak

Sri Mulyani Jelaskan Kronologi Kasus Suap Pegawai Ditjen Pajak

Whats New
Menhub Tawarkan Proyek LRT, MRT, hingga Bandara Didanai LPI

Menhub Tawarkan Proyek LRT, MRT, hingga Bandara Didanai LPI

Whats New
Aturan Baru, Peserta Program Kartu Prakerja Wajib Tonton Video Induksi

Aturan Baru, Peserta Program Kartu Prakerja Wajib Tonton Video Induksi

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X