Biofarma Bakal Dapat Suntikan Negara Rp 2 Triliun, Direalisasikan Tahun Ini

Kompas.com - 06/11/2020, 16:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sedang mempertimbangkan untuk memberikan penyertaan modal negara (PMN) kepada PT Bio Farma (Persero).

Sebelumnya, usulan untuk memberikan PMN ke Bio Farma diungkapkan oleh Menteri BUMN Erick Thohir. Erick mengusulkan besaran PMN untuk Bio Farma sebesar Rp 2 triliun.

Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu Isa Rachmatawarta menjelaskan, PMN untuk Biofarma diberikan dalam rangka penanganan penyediaan obat-obatan maupun pengembangan penyedia sarana kesehatan.

Baca juga: Kemenkeu Tegaskan Alokasi PMN Rp 42,3 Triliun ke BUMN Bukan Pemborosan

Meski Erick mengusulkan PMN diberikan pada 2021, Isa mengatakan pemberian PMN ke Bio Farma bisa dipercepat pada tahun ini.

“Itu yang kita kaji dan kita pertimbangkan, sejauh ini positif, bahkan kemungkinan kita percepat. Bahkan bisa kita tambah ke APBN 2020 karena relevan sama penanganan COVID-19,” ujar Isa dalam media briefing virtual, Jumat (6/11/2020).

“Waktu diskusi di Banggar sekitar Rp 2 triliun. Kita upayakan bisa dipenuhi semua di 2020, sedang kita diskusikan,” jelasnya.

Adapun modal tersebut diberikan untuk Holding BUMN Farmasi, yang terdiri dari Bio Farma, Kimia Farma, dan Indo Farma.

Baca juga: BUMN Konstruksi Siap Kembangkan Kawasan Industri Terpadu Batang

Berdasarkan bahan materi rapat antara Kemenkeu dengan Banggar DPR RI, Bio Farma akan mendapatkan PMN sebesar Rp 545,5 miliar, Kimia Farma Rp 254,64 miliar, Indo Farma senesar Rp 199,86 miliar dan PT Pertamina Bina Medika IHC sebesar Rp 1 miliar.

Namun demikian, Isa menegaskan untuk Pertamina Bina Medika IHC bakal dikecualikan.

Sebab, Pertamina Bina Media IHC merupakan anak perusahaan BUMN. Sementara untuk mereka bisa mendapatkan suntikan PMN perlu dilakukan beberapa opsi aksi korporasi.

"Itu pasti semua ke Bio Farma. Karena BUMN kan Biofarma, kita tidak bisa kasih Pertamina Bina Medika itu tadi. Nanti caranya Bio Farma gimana, apakah (dengan) beli saham Pertamina Bina Medika, pasti ada mekanisme korporasi," ujar dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal Apa Itu Impor: Pengertian, Tujuan, Manfaat, dan Jenisnya

Mengenal Apa Itu Impor: Pengertian, Tujuan, Manfaat, dan Jenisnya

Earn Smart
Cara Mengambil Uang di ATM BCA dengan Kartu dan Tanpa Kartu

Cara Mengambil Uang di ATM BCA dengan Kartu dan Tanpa Kartu

Spend Smart
Pemerintah Tetapkan Bunga KUR Super Mikro jadi 3 Persen

Pemerintah Tetapkan Bunga KUR Super Mikro jadi 3 Persen

Whats New
Kemenhub Sebut Penetapan Tarif Ojol Akan Dialihkan ke Gubernur

Kemenhub Sebut Penetapan Tarif Ojol Akan Dialihkan ke Gubernur

Whats New
Bos Sampoerna Sebut Perusahaan Besar Perlu Melakukan Inovasi Disruptif

Bos Sampoerna Sebut Perusahaan Besar Perlu Melakukan Inovasi Disruptif

Rilis
Luhut: Jika Kurs Rupiah Tembus Rp 16.000, Bukan karena Ekonomi RI Enggak Bagus

Luhut: Jika Kurs Rupiah Tembus Rp 16.000, Bukan karena Ekonomi RI Enggak Bagus

Whats New
Kalah Gugatan soal Nikel di WTO, Indonesia Akan Terus Jalankan Hilirisasi

Kalah Gugatan soal Nikel di WTO, Indonesia Akan Terus Jalankan Hilirisasi

Whats New
Tekan Emisi Karbon, BCA Tanam 1.000 Bibit Pohon Durian di Gunung Sasak

Tekan Emisi Karbon, BCA Tanam 1.000 Bibit Pohon Durian di Gunung Sasak

Whats New
Maksimalkan Penggunaan Produk Dalam Negeri, Kemenperin Permudah Aturan Verifikasi TKDN

Maksimalkan Penggunaan Produk Dalam Negeri, Kemenperin Permudah Aturan Verifikasi TKDN

Whats New
Petakan Masalah Pangan di RI, BPS Akan Lakukan Sensus Pertanian pada 2023

Petakan Masalah Pangan di RI, BPS Akan Lakukan Sensus Pertanian pada 2023

Whats New
Bersertifikasi TKDN, UMK Diharapkan Tak Lagi Jual Produk Impor

Bersertifikasi TKDN, UMK Diharapkan Tak Lagi Jual Produk Impor

Whats New
Ombudsman RI: Kementan Dinyatakan Lakukan Maladministrasi Terkait Pendataan Kartu Tani untuk Penerima Pupuk Bersubsidi

Ombudsman RI: Kementan Dinyatakan Lakukan Maladministrasi Terkait Pendataan Kartu Tani untuk Penerima Pupuk Bersubsidi

Whats New
Diminta Mundur, Karyawan Jiwasraya Tuntut Hak Dipenuhi

Diminta Mundur, Karyawan Jiwasraya Tuntut Hak Dipenuhi

Whats New
BPJS Orang Kaya Tidak Dibedakan, Begini Penjelasan Menkes

BPJS Orang Kaya Tidak Dibedakan, Begini Penjelasan Menkes

Whats New
PMI Program IJEPA Akan Dapat Pelatihan Bahasa Jepang

PMI Program IJEPA Akan Dapat Pelatihan Bahasa Jepang

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.