Kompas.com - 06/11/2020, 17:30 WIB
Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot dan Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing di Jakarta, Rsbu Mutia FauziaJuru Bicara OJK Sekar Putih Djarot dan Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing di Jakarta, Rsbu
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turut menanggapi kasus hilangnya uang di rekening milik atlet e-sport, Winda D Lunardi alias Winda Earl dan ibunya, Floletta Lizzy Wiguna.

Seperti diketahui, Winda mengeluh kehilangan uang sekitar Rp 20 miliar di Maybank Indonesia. Winda pun melaporkan masalah ini ke pihak berwajib.

Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot mengatakan, saat ini pelaku ataupun oknum tak bertanggung jawab yang notabene salah satu pegawai bank sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Baca juga: Uang Rp 20 Miliar Gamer Winda Earl Raib, Maybank Hormati Proses Hukum

Menurut Sekar, bank pun sudah melakukan penguatan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang proses kerja.

"Bank juga sudah melakukan penguatan SOP dan proses kerja. Pengawas juga meminta disampaikan kembali hasil investigasi lanjutan oleh bank," kata Sekar kepada Kompas.com, Jumat (6/11/2020).

Adapun Presiden Direktur Maybank Indonesia, Taswin Zakaria menyatakan, pengembalian dana nasabah atau tindakan apapun akan tergantung pada pembuktian di pengadilan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Taswin bilang, siapapun yang terbukti bersalah nantinya, wajib mengembalikan dana nasabah yang raib.

"Semua tergantung pembuktian di pengadilan nanti. Siapapun yang terbukti salah nanti tentunya akan bertanggung jawab terhadap pengembalian dana nasabah," ucap Taswin.

Baca juga: Bagaimana Nasib Uang Rp 20 Miliar Gamers Winda Earl? Ini Kata Maybank

Untuk itu kata Taswin, Maybank saat ini menghormati proses hukum yang berlaku. Perseroan berperan aktif melaporkan dan memproses dugaan tindak pidana ini kepada pihak kepolisian.

"Modus kejahatan perbankan sekarang banyak. Kami laporkan ini ke pihak otoritas untuk diproses secara hukum untuk memastikan tidak ada moral hazard bagi perbankan," pungkasnya.

Sebelumnya, Winda Earl dan ibunya pun sudah melaporkan kasus ini ke pihak berwajib. Winda sempat menyambangi Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (5/11/2020), untuk mengetahui perkembangan penyidikan kasus dugaan kejahatan perbankan yang menimpanya.

Baca juga: Kepala Cabang Maybank Cipulir Jadi Tersangka Raibnya Miliaran Rupiah Uang Gamers Winda Earl

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Helmy Santika mengatakan, total kerugian korban akibat kasus tersebut sejumlah Rp 22.879.000.000.

Saat ini, penyidik sedang melacak aset tersangka A yang bersumber dari hasil kejahatannya. Aset yang sudah teridentifikasi pun akan disita.

"Penyidik akan melakukan penyitaan terhadap aset berupa mobil, tanah, dan bangunan, dan masih menelusuri aset-aset yang lainnya," ujar Helmy Santika dalam keterangannya, Jumat (6/11/2020).

Baca juga: Kasus Raibnya Uang Winda Earl, Penyidik Sita Aset Kepala Cabang Maybank Cipulir



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.