China Beli Produk Sarang Burung Walet Indonesia Senilai Rp 2,2 Triliun

Kompas.com - 06/11/2020, 20:32 WIB
hasil panen sarang walet KOMPAS.com/SUKOCOhasil panen sarang walet

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia dan China menandatangani Letter of Intent (LOI) untuk pembelian produk sarang burung walet senilai 150 juta dollar AS atau sekitar Rp 2,2 triliun yang akan dilakukan pada 2021.

LOI ini ditandatangani Atase Perdagangan (Atdag) Beijing, Marina Novira dan General Manager of Production Center dari Xiamen Yan Palace Seelong Food Co., Ltd, Huang Danyan pada 28 Oktober 2020 di Xiamen, China.

Xiamen Yan Palace Seelong Food merupakan perusahaan importir dan pabrik pengolahan sarang burung walet yang menggunakan 100 persen produknya dari Indonesia.

"Diharapkan seluruh perwakilan perdagangan di luar negeri dapat semakin aktif dalam mempromosikan produk Indonesia yang dapat meningkatkan nilai ekspor,” ujar Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dalam keterangannya, Jumat (6/11/2020).

Baca juga: Perangkat Desa Bisa Dapat Subsidi Gaji

Sementara itu, Atdag Beijing Marina mengatakan, melalui LOI ini diharapkan nilai ekspor produk sarang burung walet Indonesia akan meningkat dan dapat memberikan kontribusi terhadap kinerja ekspor nonmigas nasional.

"Hal ini mengingat Indonesia merupakan produsen sarang burung walet terbesar di dunia, sedangkan China merupakan konsumen sarang burung walet terbesar di dunia,” ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Marina menjelaskan, saat ini baru ada 23 perusahaan sarang burung walet yang terdaftar di Bea Cukai China dan secara resmi dapat mengekspor produknya ke China.

Selain itu, ada 13 perusahaan terdaftar yang telah diinspeksi Bea Cukai China pada Desember 2019 terkait permohonan izin peningkatan kapasitas volume ekspor.

Baca juga: Menteri Edhy Memuji Satu Gagasan Era Susi Pudjiastuti, Apa Itu?

“Untuk itu, kami masih membahas secara intensif dengan pemerintah China, proses inspeksi dapat segera selesai sehingga nilai ekspor produk sarang burung walet dapat bertambah mengingat tingginya permintaan terhadap komodtias tersebut di China,” kara dia.

Pada periode Januari-Agustus 2020, total nilai impor sarang burung walet yang dilakukan China sebesar 275,7 juta dollar AS. Dari jumlah tersebut, sebanyak 73,7 persen impornya berasal dari Indonesia sebesar 203 juta dollar AS.

Adapun nilai impor China terhadap sarang burung walet pada periode tersebut tercatat meningkat 90,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca juga: OJK Buka Suara soal Raibnya Uang Rp 20 Miliar Winda Earl

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.