Penumpang Mulai Tumbuh, Bos Garuda Optimistis Kinerja Perusahaan Membaik di Akhir Tahun

Kompas.com - 07/11/2020, 10:11 WIB
Tangkapan layar pesawat maskapai penerbangan Garuda Indonesia menggunakan masker, Selasa (13/10/2020). dok. Instagram @garuda.indonesiaTangkapan layar pesawat maskapai penerbangan Garuda Indonesia menggunakan masker, Selasa (13/10/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan pertumbuhan penumpang dalam periode Kuartal III-2020 ini.

Hal itu terlihat dari adanya peningkatan penumpang Garuda Indonesia sebesar 17,9 persen di bulan September 2020 dibandingkan dengan capaian jumlah penumpang pada bulan Agustus 2020.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, pertumbuhan penumpang secara kuartalan tersebut menunjukkan adanya perbaikan kinerja di masa pandemi.

"Tren pertumbuhan penumpang yang meningkat secara konsisten dalam periode Kuartal III-2020 lalu, tentunya menjadi optimisme tersendiri bagi kami dalam upaya pemulihan kinerja fundamental di masa pandemi. Konsistensi tersebut menandakan minat dan confident masyarakat untuk terbang sudah mulai pulih"," papar Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (7/11/2020).

Baca juga: Pencairan Dana Talangan untuk Garuda dan Krakatau Steel Tunggu RUPS

Sementara itu pertumbuhan angkutan kargo Garuda juga melonjak 40,11 persen dibandingkan dengan bulan Agustus 2020. Pada September, jumlah angkutan kargo menjadi sebesar 15.000 ton angkutan kargo.

Menurut Irfan, di tengah imbas pandemi, layanan kargo turut berperan penting dalam menunjang capaian kinerja perusahaan.

Hal itu sejalan dengan pesatnya perkembangan bisnis e-commerce dimasa pandemi serta upaya optimalisasi angkutan kargo untuk komoditas ekspor unggulan nasional.

Adapun Garuda Indonesia berhasil membukukan pendapatan usaha hingga September 2020 sebesar 1,13 miliar dollar AS. Pendapatan tersebut dikontribusikan oleh capaian pendapatan penerbangan berjadwal sebesar 917,28 juta dollar AS. Sedangkan pendapatan dari sektor penerbangan tidak berjadwal adalah sebesar 46,92 juta dollar AS.

"Melihat capaian kinerja Perusahaan hingga saat ini, kami yakin berbagai upaya pemulihan kinerja yang dilakukan sudah on the track. Kami optimistis kinerja Perusahaan pada periode 3 bulan ke depan akan semakin menunjukan pertumbuhan positif, khususnya dengan adanya periode libur panjang akhir tahun," ujar Irfan.

Baca juga: KPK Inggris Usut Dugaan Suap Pembelian Bombardier, Ini Respons Bos Garuda



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X