[POPULER DI KOMPASIANA] Pemilu AS 2020 | Mengenang Dalang Ki Seno | Tip Lolos CPNS

Kompas.com - 07/11/2020, 15:40 WIB
Seorang pria menghitung suara dari lima surat suara tepat setelah tengah malam, Selasa, 3 November 2020, di Dixville Notch, calon presiden dari Partai Demokrat sekaligus mantan Wakil Presiden Joe Biden menerima semua lima suara. AP/Scott EisenSeorang pria menghitung suara dari lima surat suara tepat setelah tengah malam, Selasa, 3 November 2020, di Dixville Notch, calon presiden dari Partai Demokrat sekaligus mantan Wakil Presiden Joe Biden menerima semua lima suara.

KOMPASIANA---Siapa bisa menyangka bila Pemilu Amerika 2020 dapat memecahkan rekor perolehan suara dalam seabad pelaksanaannya?

Meski kita juga tahu, banyaknya pemilih dan jumlah ketepilihan tidak berbanding lurus dengan hasil Pemilu di Amerika karena masih ditentukan juga oleh electoral collage.

Jadi, sebagaimana pilpres AS sebelumnya, kemenangan bukan ditentukan oleh suara publik (popular vote) tapi Electoral College (Dewan Elektoral).

Oleh karena itulah Electoral College yang sebenarnya menentukan siapa presiden dan wakil presiden baru AS.

Namun, siapapun pemenangnya, kedua basis massa kandidat ini sungguh besar. Fanatisme, itulah yang ditakutkan pada Pemilu Amerika kali ini, sebab berdampak pada pemecah belah bangsa.

Selain Pemilu AS, masih ada ragam konten terpopuler dan menarik lainnya di Kompasiana pada pekan ini seperti kabar duka dari dunia perwayangan: Dalang Ki Seno Nugroho meninggal pada Selasa (3/11/2020) malam hingga tip lulus CPNS tahun depan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Mengapa Masyarakat Amerika Mencintai Trump?

Semenjak menduduki kusi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump tidak habisnya mendapat kritik dari dalam maupun luar negeri atas kepemimpinannya.

Hanya saja, seperti kita tahu, begitu masif dan banyak pendukungnya. Bagi mereka, Donald Trump bukanlah politisi sementara alias politisi dikontrol oleh partainya.

"Trump adalah satu-satunya orang yang mendeklarasikan bahwa ia bukanlah politisi bayaran. Trump menyuarakan apa yang masyarakat Amerika pikirkan. Trump sosok yang berani dan kuat (strong and powerful)," tulis Kompasianer Doddy Salman.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.