Ini 3 Hal Masalah Utama Masyarakat saat Membeli Asuransi

Kompas.com - 08/11/2020, 07:52 WIB
Ilustrasi asuransi. ThinkstockIlustrasi asuransi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Membeli produk asuransi adalah salah satu hal tepat yang dilakukan selain membeli investasi. Apalagi sejak adanya pandemi Covid-19, masyarakat cenderung lebih aware menjaga kesehatannya.

Hanya saja, hingga saat ini, kesadaran masyarakat Indonesia untuk membeli atau memiliki asuransi tergolong rendah.

CEO dan Founder perusahaan insurtech tanah air PasarPolis, Cleosent Randing mengatakan bahwa ada 3 masalah utama yang selama ini membuat masyarakat ragu dalam membeli asuransi.

Baca juga: Pemerintah Berharap Banyak ke IFG untuk Garap Pasar Asuransi Nasional

"Masalah tersebut yaitu rumitnya akses menuju produk asuransi, proses klaim yang kurang efisien, dan premi asuransi yang tidak terjangkau oleh masyarakat menengah ke bawah. Padahal mereka merupakan kelompok yang paling rentan dan paling membutuhkan proteksi," ujarnya mengutip siaran persnya, Minggu (8/11/2020).

Dia menjelaskan, untuk masalah yang pertama dan kedua, harus dipecahkan melalui proses administrasi yang mudah. Mulai dari registrasi dan pembelian hingga klaim.

Kedua kendala ini, menurut dia, dapat diatasi dengan pemanfaatan teknologi, di mana masyarakat dapat menyelesaikan semua prosesnya.

Baca juga: OJK Minta Perusahaan Asuransi Waspadai Lonjakan Premi Asuransi Kredit

Begitu pula dengan kendala yang ketiga, yang dimana ekosistem digital yang diciptakan oleh insurtech, memungkinkan kehadiran produk-produk asuransi yang murah dan dekat dengan kebutuhan sehari-hari.

Menurut dirinya, jika Industri asuransi berfokus dalam menemukan solusi dari ketiga permasalahan tersebut, maka penetrasi asuransi di Indonesia dapat diakselerasi ke semua lapisan masyarakat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X