Rekam Jejak Catatan Keuangan Garuda, BUMN yang Sering Merugi

Kompas.com - 08/11/2020, 08:03 WIB
Sejumlah warga negara Indonesia (WNI) berada di  pesawat Garuda yang disewa khusus di Bandar Udara Internasional Velana, Maldives, Jumat (1/5/2020) malam. KBRI Colombo merepatriasi mandiri gelombang kedua dengan memulangkan 347 pekerja migran Indonesia (PMI) dari Sri Lanka dan Maladewa ke Indonesia akibat pandemi Virus Corona (COVID-19). ANTARA FOTO/LUTFI ANDARUSejumlah warga negara Indonesia (WNI) berada di pesawat Garuda yang disewa khusus di Bandar Udara Internasional Velana, Maldives, Jumat (1/5/2020) malam. KBRI Colombo merepatriasi mandiri gelombang kedua dengan memulangkan 347 pekerja migran Indonesia (PMI) dari Sri Lanka dan Maladewa ke Indonesia akibat pandemi Virus Corona (COVID-19).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kinerja keuangan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) berdarah-darah di tahun 2019. Maskapai penerbangan milik pemerintah atau BUMN ini mencatatkan rugi yang fantastis yakni mencapai lebih dari Rp 15 triliun di kuartal III 2020.

Di kuartal ketiga tahun 2020, maskapai flag carrier ini hanya bisa membukukan pendapatan 1,14 miliar dollar AS atau merosot 67,79 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya.

Mengacu laporan keuangan yang dirilis 5 November lalu, Garuda Indonesia hanya mencatat pendapatan dari penerbangan berjadwal senilai 917,29 juta dollar AS, penerbangan tak berjadwal sebesar 46,92 juta dollar AS, dan pendapatan lain-lain berkontribusi 174,56 juta dollar AS.

Jika ditilik ke belakang, merahnya kinerja Garuda ini sudah mendominasi laporan keuangannya sejak beberapa tahun belakangan. Garuda tercatat sudah beberapa kali mengalami kerugian  sebelum datangnya pandemi virus corona (Covid-19). 

Baca juga: KKN Selimuti Garuda Indonesia pada Era Orba

Berikut catatan rekam jejak laporan keuangan Garuda sejak tahun 2014 hingga 2020. 

Tahun 2019 untung Rp 97,72 miliar

Garuda membukukan laba bersih sebesar 6,98 juta dollar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp 97,72 miliar (kurs Rp 14.000/dollar AS) sepanjang 2019 lalu.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, capaian laba bersih tersebut sejalan dengan kenaikan pendapatan usaha sebesar 5,59 persen dari pencapaian tahun 2018, yaitu menjadi sebesar 4,57 miliar dollar AS. Adapun di 2019, perseroan tersebut juga mencatatkan perolehan positif pada laba usaha dengan nilai sebesar 147,01 juta dollar AS.

“Capaian ini dapat diraih melalui strategi quick wins priority yang dijalankan perusahaan, yaitu melalui penguatan budaya perusahaan berbasis people, process & technology, strategi peningkatan pendapatan, serta peninjauan atas struktur biaya perusahaan,” ujar Irfan dalam keterangan tertulisnya.

Baca juga: Tahun Suram Garuda: Tersandung Kasus Korupsi, Rugi Rp 15 Triliun

Tahun 2018 poles laporan keuangan, dari untung jadi rugi Rp 2,45 triliun

Halaman:


Sumber Kompas.com
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X