Perkuat Inovasi UMKM, Menkop UKM Luncurkan Kampus Kebun Loka Hejo

Kompas.com - 08/11/2020, 09:01 WIB
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam acara webinar ?Omnibus Law Beban/Berkah bagi Rakyat?, Rabu (28/10/2020). (Dok: Kemenpora) Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam acara webinar ?Omnibus Law Beban/Berkah bagi Rakyat?, Rabu (28/10/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) resmi meluncurkan Kampus Kebun Loka Hejo untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset yang berada di Cisarua Bogor.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, kawasan seluas sekitar 13 hektar tersebut akan menjadi pusat pendidikan berbasis tanaman olahan dan laboratorium inovasi bisnis produk, untuk para pelaku UMKM yang bergerak di sektor kuliner, kerajinan, dan fesyen.

"Program Sparc Campus & Kampus Kebun Loka Hejo sebagai dukungan program strategi peningkatan kapasitas pelaku UKM untuk inovasi bisnis berbasis olahan tanaman," ujarnya mengutip siaran resminya, Minggu (8/11/2020).

Baca juga: Menteri Teten: UMKM Digital Produktif Kunci Pemulihan Ekonomi Indonesia

Menurut Teten, program ini merupakan inisiatif yang berwawasan lingkungan dan berbasis ekonomi sirkular.

"Nantinya, Kampus Kebun di Cisarua ini akan memanfaatkan potensi daerah setempat yaitu pertanian, perkebunan dan pariwisata," ungkapnya.

Nantinya, lanjut dia, Loka Hejo diharapkan dapat membentuk mata rantai baru antara petani, local heroes, dan pelaku pertanian urban dari manapun, yang pada akhirnya, 3 aspek inisiatif Loka Tani, Loka Saji, dan Loka Seni menjadi langkah untuk mendorong inovasi bisnis berbasis olahan tanaman bagi pelaku UMKM.

Sementara itu, Direktur Utama Smesco Indonesia, Leonard Theosabrata mengatakan, Kampus Kebun - Loka Hejo adalah bagian dari program pembinaan dan pendampingan UMKM yang lebih komprehensif, yaitu melalui Sparc Campus, yang juga memiliki fasilitas lain, yaitu Smesco Labo.

"Konferensi & Konsolidasi ini diadakan dengan maksud selain mensosialisasikan inisiatif pembangunan Kampus Kebun – Loka Hejo dan Sparc Campus, juga untuk menghimpun masukan, saran, dan berbagai kemungkinan kerjasama dan langkah-langkah kolaboratif untuk menyempurnakannya," jelas dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal Apa Itu APBD, Fungsi, dan Tujuan Pembuatannya

Mengenal Apa Itu APBD, Fungsi, dan Tujuan Pembuatannya

Whats New
Apa Itu APBN: Definisi, Fungsi, dan Tujuan Penyusunannya

Apa Itu APBN: Definisi, Fungsi, dan Tujuan Penyusunannya

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Sulitnya Adopsi Kucing | Ketika Kucing Susah Makan | Memberi Kenyamanan untuk Kucing di Rumah

[KURASI KOMPASIANA] Sulitnya Adopsi Kucing | Ketika Kucing Susah Makan | Memberi Kenyamanan untuk Kucing di Rumah

Rilis
Peserta Pelatihan Kemenaker Dijanjikan Dapat Modal Usaha dari PNM

Peserta Pelatihan Kemenaker Dijanjikan Dapat Modal Usaha dari PNM

Work Smart
Kemendag Sebut Harga Tahu dan Tempe Masih Stabil di Maret 2021

Kemendag Sebut Harga Tahu dan Tempe Masih Stabil di Maret 2021

Rilis
Dongkrak Bisnis Kargo, AP I Gandeng Asosiasi Logistik

Dongkrak Bisnis Kargo, AP I Gandeng Asosiasi Logistik

Rilis
Mulai Berlaku Hari ini, Simak Ketentuan Diskon PPN Rumah

Mulai Berlaku Hari ini, Simak Ketentuan Diskon PPN Rumah

Whats New
Curah Hujan Tinggi dan Banjir Jadi Ancaman Produksi Padi di 2021

Curah Hujan Tinggi dan Banjir Jadi Ancaman Produksi Padi di 2021

Whats New
Sanksi Pidana Penggunaan Lahan di Kawasan Hutan Diganti Denda Administratif, Ini Respons Asosiasi Sawit

Sanksi Pidana Penggunaan Lahan di Kawasan Hutan Diganti Denda Administratif, Ini Respons Asosiasi Sawit

Whats New
Sri Mulyani Gelontorkan Rp 7,99 Triliun Untuk Diskon PPnBM Mobil dan PPN Properti

Sri Mulyani Gelontorkan Rp 7,99 Triliun Untuk Diskon PPnBM Mobil dan PPN Properti

Whats New
Petani Sawit: PP Kehutanan Terbaru Bakal Ganggu Produksi Biodiesel

Petani Sawit: PP Kehutanan Terbaru Bakal Ganggu Produksi Biodiesel

Whats New
Rumah Seharga Rp 2 Miliar Hingga Rp 5 Miliar Dapat Diskon PPN 50 Persen

Rumah Seharga Rp 2 Miliar Hingga Rp 5 Miliar Dapat Diskon PPN 50 Persen

Whats New
OJK Temukan 51 Pinjol Ilegal, Ini Daftarnya

OJK Temukan 51 Pinjol Ilegal, Ini Daftarnya

Whats New
Pemerintah Lelang SUN Besok, Ini Imbal Hasil yang Ditawarkan

Pemerintah Lelang SUN Besok, Ini Imbal Hasil yang Ditawarkan

Earn Smart
Menkop UKM Dorong Pemberdayaan Tambak Udang Melalui Koperasi dan Kemitraan

Menkop UKM Dorong Pemberdayaan Tambak Udang Melalui Koperasi dan Kemitraan

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X