Menuju Pemulihan, Ekonomi RI Tahun 2021 Diprediksi 4,3 Persen

Kompas.com - 08/11/2020, 09:32 WIB
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi THINKSTOCKSIlustrasi pertumbuhan ekonomi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ekonom UOB Indonesia, Enrico Tanuwidjaja memproyeksi pertumbuhan ekonomi RI bakal kembali positif di tahun 2021. Secara keseluruhan, ekonomi RI bakal tumbuh 4,3 persen sepanjang 2021.

Enrico bilang, pertumbuhan ekonomi positif akan dimulai pada kuartal I 2020, didorong oleh ketersediaan vaksin dan lain-lain.

"Didorong oleh ketersediaan vaksin, kemampuan beradaptasi dalam hidup dengan virus, dan “balas dendam” belanja konsumen. Kami berharap ekonomi Indonesia dapat kembali ke wilayah pertumbuhan positif mulai kuartal I 2021," kata Enrico dalam laporannya, Minggu (8/11/2020).

Baca juga: Ekonomi RI Bisa Pulih Cepat Dibandingkan Singapura dan AS, Mengapa?

Kendati secara tidak langsung, pertumbuhan ekonomi di kuartal IV 2020 ini akan kembali mengalami kontraksi, meski tak sedalam di kuartal II 2020.

Memang, ekonomi tengah dalam fase pemulihan. Hal ini tercermin dari kontraksi di kuartal III 2020 yang lebih rendah dibanding kuartal II, yakni -3,49 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Secara kuartalan, kegiatan ekonomi meningkat secara signifikan karena ekonomi negara mengalami rebound 5,05 persen di kuartal III 2020, dibandingkan -4,19 persen di kuartal II.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Secara umum, semua komponen PDB menurut pengeluaran terkontraksi, kecuali belanja/ konsumsi pemerintah, karena digenjotnya belanja sosial dan modal yang lebih tinggi, serta realisasi dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang lebih cepat," ucap Enrico.

Baca juga: Riset Danareksa Research Institute: Daya Beli Belum Pulih, Hati-hati Potensi Peningkatan Risiko Kredit

Sepanjang 2020, Enrico memprediksi, ekonomi RI tetap akan di jalur minus 1,5 persen.

"Kami sekarang memproyeksi pertumbuhan yang hampir datar di kuartal IV 2020, membawa pertumbuhan 2020 menjadi -1,5 persen (antara kasus terburuk dan baseline kami sebelumnya di -2,5 persen hingga -1,1 persen)," pungkas Enrico.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.