Kompas.com - 08/11/2020, 13:04 WIB
Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden bersama istrinya, Dr Jill Biden, melambaikan tangan ke arah suporter setelah memberikan pidato dari Chase Center di Wilmington, Delaware, pada 7 November 2020. Setelah empat hari dengan tensi tinggi di Pilpres AS, Biden terpilih sebagai pemenang mengalahkan petahana Donald Trump. AFP PHOTO/GETTY IMAGES NORTH AMERICA/Andrew Harnik/POOLPresiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden bersama istrinya, Dr Jill Biden, melambaikan tangan ke arah suporter setelah memberikan pidato dari Chase Center di Wilmington, Delaware, pada 7 November 2020. Setelah empat hari dengan tensi tinggi di Pilpres AS, Biden terpilih sebagai pemenang mengalahkan petahana Donald Trump.

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi rawan mengalami aksi profit taking minggu depan menyusul potensi kemenangan Joe Biden menjadi Presiden AS pasca Donald Trump.

Direktur PT Anugerah Mega Investama, Hans Kwee memproyeksi, aksi profit taking terjadi karena pasar saham mengalami banyak kenaikan pada minggu lalu.

"Sangat rawan mengalami aksi profit taking. Resistance IHSG di level 5,381 sampai 5,500 dan Support di level 5,246 sampai 5,161," kata Hans dalam risetnya, Minggu (8/11/2020).

Baca juga: Faktor Biden Dongkrak Harga Emas Dunia Sentuh Level Tertinggi 6 Pekan

Hans menuturkan, aksi profit taking (ambil untung) juga mungkin saja terjadi karena adanya potensi sengketa politik di AS. Hal ini tidak lepas dari metode pemilihan umum yang dilakukan, dimana di ijinkannya penggunaan pos untuk mengirim surat suara.

Pendukung Demokrat (Joe Biden) lebih taat protokol kesehatan sehingga banyak megirim surat suara via pos, sedangkan pendukung Republik (Donald Trump) banyak datang ke tempat pengambilan suara.

"Karena itu diawal perhitungan di beberapa Negara bagian yang mengalami pertarungan berat. Belum lagi di Negara bagian yang sangat ketat ini selisih suara kedua partai cukup ketat sehingga menimbulkan risiko diperdebatkan," ucap Hans.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun saat ini, Trump telah mengajukan gugatan hukum di beberapa Negara bagian penting yang menentukan perhitungan suara, sehingga menaikan ketidakpastian pasar.

Baca juga: Jeff Bezos Jual Saham Amazon Senilai Rp 43,8 Triliun, Buat Apa?

"Pemilu yang berakhir di pengadilan dikhawatirkan akan membuat pelaku pasar melakukan aksi ambil untung," papar Hans.

Sementara dari sisi internal, hasil pemilu AS membuat mata uang yang paling volatile termasuk rupiah menguat. Potensi dana asing akan kembali masuk ke emerging market, salah satunya Indonesia.

Obligasi Pemerintah Indonesia juga berpotensi mendapatkan sentimen positif karena nilai tukar Rupiah yang dianggap undervalued, biaya lindung nilai yang relatif rendah, dan Yield US Treasury masih akan tetap rendah.

Namun, pelaku pasar juga mencermati kenaikan kasus Covid-19. Peningkatan kasus telah memaksa beberapa Negara melakukan penguncian kembali dan cenderung menghalangi tren pemulihan ekonomi yang sedang berlangsung.

"Penguncian ekonomi akibat pendemi berpotensi menurunkan aktivitas ekonomi dan berpotensi mendorong pasar saham terkoreksi," pungkas Hans.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[KURASI KOMPASIANA] Ide Datang di Kamar Mandi | Mengapa Berpikir Logis Itu Penting?

[KURASI KOMPASIANA] Ide Datang di Kamar Mandi | Mengapa Berpikir Logis Itu Penting?

Rilis
Rincian Iuran BPJS Kesehatan Terbaru 2021

Rincian Iuran BPJS Kesehatan Terbaru 2021

Spend Smart
Mencantumkan Ikut Seminar dalam CV Lamaran Kerja, Pentingkah?

Mencantumkan Ikut Seminar dalam CV Lamaran Kerja, Pentingkah?

Work Smart
[TREN HUMANIORA KOMPASIANA] Anak adalah Point of References | Gapyear: Stigma, Doa, dan Cerita

[TREN HUMANIORA KOMPASIANA] Anak adalah Point of References | Gapyear: Stigma, Doa, dan Cerita

Rilis
Ini Susunan Direksi dan Komisaris Bank KB Bukopin yang Baru

Ini Susunan Direksi dan Komisaris Bank KB Bukopin yang Baru

Whats New
BKN Minta Calon Pelamar CPNS dan PPPK 2021 untuk Bersabar, Kenapa?

BKN Minta Calon Pelamar CPNS dan PPPK 2021 untuk Bersabar, Kenapa?

Whats New
Bangun Hunian di Jakarta dan Bogor, Adhi Commuter Properti Gandeng Sarana Jaya

Bangun Hunian di Jakarta dan Bogor, Adhi Commuter Properti Gandeng Sarana Jaya

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Pencopet di Angkutan Umum, Ini Cara Mengatasi dan Menghindarinya! | Modus Operandi Maling Perlente

[KURASI KOMPASIANA] Pencopet di Angkutan Umum, Ini Cara Mengatasi dan Menghindarinya! | Modus Operandi Maling Perlente

Rilis
Pendapatan Induk Usaha TikTok Melejit 111 Persen di Tahun 2020

Pendapatan Induk Usaha TikTok Melejit 111 Persen di Tahun 2020

Whats New
Gappri: Revisi PP Tembakau Perburuk Kondisi Industri Rokok

Gappri: Revisi PP Tembakau Perburuk Kondisi Industri Rokok

Whats New
Kini Pemilik Asuransi AXA Mandiri Bisa Konsultasi Kesehatan Gratis

Kini Pemilik Asuransi AXA Mandiri Bisa Konsultasi Kesehatan Gratis

Whats New
Prudential Indonesia Perluas Pemasaran Online Produk Asuransi

Prudential Indonesia Perluas Pemasaran Online Produk Asuransi

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Tip Aman Beli Barang Elektronik Secara Online | COD Tidak Semudah Kedengarannya

[KURASI KOMPASIANA] Tip Aman Beli Barang Elektronik Secara Online | COD Tidak Semudah Kedengarannya

Rilis
Aset Kripto Berpeluang Tumbuh Subur di Indonesia

Aset Kripto Berpeluang Tumbuh Subur di Indonesia

Whats New
Total Gaji Komisaris Astra International Mencapai Rp 1,8 Miliar

Total Gaji Komisaris Astra International Mencapai Rp 1,8 Miliar

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X