Kemenangan Biden Diproyeksi Deraskan Aliran Modal Asing ke RI

Kompas.com - 08/11/2020, 15:03 WIB
Warga merayakan kemenangan Joe Biden pada pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) 2020 di Miami, AS, Sabtu (7/11/2020). Joe Biden dipastikan melenggang ke Gedung Putih dengan 290 suara elektoral yang diraihnya sejauh ini, mengakhiri kepemimpinan 4 tahun Donald Trump. AFP/CHANDAN KHANNAWarga merayakan kemenangan Joe Biden pada pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) 2020 di Miami, AS, Sabtu (7/11/2020). Joe Biden dipastikan melenggang ke Gedung Putih dengan 290 suara elektoral yang diraihnya sejauh ini, mengakhiri kepemimpinan 4 tahun Donald Trump.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kemenangan Joe Biden menjadi Presiden Amerika Serikat pengganti Donald Trump diproyeksi akan membangkitkan ekonomi global dan Indonesia.

Direktur riset CORE Indonesia, Piter Abdullah Redjalam mengatakan, ada peluang kenaikan harga produk komoditas yang menjadi andalan ekspor indonesia. Begitupun menderaskan masuknya aliran modal asing

"Indonesia saya kira akan mendapatkan dampak positif dari bangkitnya perekonomian global pasca kemenangan Biden. Aliran modal juga Akan mengalir ke Indonesia baik dalam bentuk portfolio maupun FDI," kata Piter kepada Kompas.com, Minggu (8/11/2020).

Baca juga: Efek Joe Biden, IHSG Rawan Aksi Ambil Untung Minggu Depan

Piter bilang, bangkitnya perekonomian global karena ada peluang perang dagang antara AS-China akan terhenti.

Hal ini membawa sentimen positif bagi pasar dan perdagangan internasional akan bangkit. kemudian ini bisa memicu produksi dan kenaikan harga (komoditas).

Sentimen positif ini kemudian akan merambat ke pasar keuangan, bakal mendorong risk appetite yang lebih besar sehingga volume transaksi Dan indeks di pasar keuangan akan meningkat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dalam jangka menengah panjang kemenangan biden Saya perkirakan Akan positif memperbaiki iklim investasi global," ucapnya.

Lebih lanjut Piter menuturkan, Partai Demokrat yang mengusung Biden memang dikenal dengan kebijakan pajak yang Lebih ketat, berbanding terbalik dengan partai republik yang banyak memberikan pemotongan pajak (tax cut).

Baca juga: BI Yakin Aliran Modal Asing Makin Deras di Akhir Tahun 2020

Tapi sebetulnya, pemotongan pajak yang dijanjikan Republican ini hanya berdampak pada kelompok kecil masyarakat kaya. Artinya, dampak tax cut terhadap ekonomi AS tidak akan terlalu besar.

"Sementara kebijakan demokrat yang cenderung meningkatkan pajak menurut saya tidak akan terlalu berpengaruh kepada ekonomi Amerika, karena di sisi lain ada dampak positif yang saya sebutkan di awal," pungkas Piter.

Pengamat Pasar Uang, Lukman Leong menambahkan, Joe Biden yang terpilih menjadi Presiden AS membawa hal positif dalam pasar keuangan, minimal sentimen positif baik dalam jangka pendek maupun panjang.

Dia pun memproyeksi pasar uang belum akan melemah dalam waktu dekat, karena ekspektasi stimulus pasca kemenangan Biden akan melemahkan dollar AS.

"Tapi ke depannya, (membaiknya pasar uang) masih akan kembali ke masalah (penanganan) Covid-19," jelas Lukman kepada Kompas.com.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.