Ketua OJK: Pengusaha RI Jangan Ketinggalan Kereta

Kompas.com - 10/11/2020, 12:24 WIB
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) Wimboh Santoso memberikan keterangan kepada wartawan hasil rapat perdana DK OJK periode 2017-2022 di Jakarta, Kamis (20/7/2017).  Rapat tersebut memutuskan Wimboh sebagai ketua DK OJK, Nurhaida sebagai Wakil Ketua, Hoesen sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Heru Kristiyana sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan, Riswinandi sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan NonBank, Ahmad Hidayat sebagai Ketua Dewan Audit, Tirta Segara sebagai Anggota Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Mirza Adityaswara sebagai Anggota Dewan Komisioner ex-officio Bank Indonesia dan Mardiasmo sebagai Anggota Dewan Komisioner ex-officio Kementerian Keuangan. ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWANKetua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) Wimboh Santoso memberikan keterangan kepada wartawan hasil rapat perdana DK OJK periode 2017-2022 di Jakarta, Kamis (20/7/2017). Rapat tersebut memutuskan Wimboh sebagai ketua DK OJK, Nurhaida sebagai Wakil Ketua, Hoesen sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Heru Kristiyana sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan, Riswinandi sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan NonBank, Ahmad Hidayat sebagai Ketua Dewan Audit, Tirta Segara sebagai Anggota Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Mirza Adityaswara sebagai Anggota Dewan Komisioner ex-officio Bank Indonesia dan Mardiasmo sebagai Anggota Dewan Komisioner ex-officio Kementerian Keuangan.
Penulis Mutia Fauzia
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan farmasi asal Amerika Serikat (AS) Pfizer baru saja mengumumkan vaksin virus Corona (Covid-19) yang sedang dikembangkan memiliki tingkat efektivitas sebesar 90 persen.

Kehadiran vaksin itu dipercaya dapat menjadi salah satu faktor utama untuk pemulihan kesehatan dan perekonomian dari dampak pandemi Corona.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menyatakan, temuan Pfizer tersebut meningkatkan kepercayaaan pengusaha. Di sisi lain, pengusaha juga harus mengantisipasi hal itu dengan mempercepat proses pemulihan usaha.

"Ini juga akan memberikan confident ke pengusaha kalau ini hanya masalah waktu. Sehingga pengusaha tentunya lebih dini mengantisipasi, jangan ketinggalan kereta," ujar Wimboh dalam satu acara di Jakarta, Selasa (10/11/2020).

Baca juga: Akses ke Bandara Soekarno-Hatta Macet, 5 Maskapai Ini Gratiskan Biaya Refund dan Reschedule

Dia pun menjelaskan, untuk pengusaha menengah ke atas sebaiknya segera bangkit dalam menggerakkan roda bisnisnya.

Pihak pengusaha harus segera menghitung jumlah pegawai, mempersiapkan berbagai infrastruktur untuk menjalankan perusahaan.

Wimboh pun mengatakan, sektor keuangan siap untuk mendukung jalannya sektor riil dengan likuiditas yang cukup bahkan ketika pandemi terjadi saat ini.

"Dari sektor keuangan likuiditas cukup, jika ada kendala silakan dialog, ini sentimen yang positif," ujar dia.

Baca juga: Mengintip Gurihnya Bisnis Camilan Rengginang di Tengah Pandemi

Wimboh pun mengatakan, pada akhir tahun pertumbuhan kredit bisa terjaga di kisaran 3 persen. Adapun hingga September lalu pertumbuhan kredit masih berada di posisi 0,12 persen

Menurutnya, angka tersebut sudah mulai menunjukkan tanda pemulihan. Di tahun 2022 mendatang, kredit pun diperkirakan bisa tumbuh di kisaran 5 persen.

"Sehingga kami yakin akan lebih baik akhir tahun angkanya kredit sudah melihat bahwa pertumbuhan kredit bisa mencapai 3 persen akhir tahun ini. dan juga ringnya 2 sampai 3 persen ringnya," ujar dia.

"Tahun depan bisa kembali meski belum full normal, tapi sudah lebih tinggi 2020. Diperkirakan mencapai 5 perse (yoy) sampai akhir 2022. Apabila ini Covid-19 sudah pulih, kami menyambut vaksin yang segera didistribusikan," sambung dia.

Baca juga: Cuma Hari Ini Beli Tiket Sriwijaya Air Hanya Rp 170.000, Simak Persyaratannya



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X