Bos OJK Optimistis IHSG Bisa Kembali Tembus 6.000

Kompas.com - 10/11/2020, 15:46 WIB
 Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso selepas Raker dengan Komisi XI, di Gedung Nusantara I, Jakarta, Rabu (11/4/2018). KOMPAS.com/RIDWAN AJI PITOKO Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso selepas Raker dengan Komisi XI, di Gedung Nusantara I, Jakarta, Rabu (11/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku telah melakukan beragam kebijakan terkait pasar modal untuk mengembalikan kepercayaan investor di tengah pandemi Covid-19.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso pun optimistis dengan beragam kebijakan tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa kembali ke level 6.000 an setelah mencapai titik terendah di level 3.900-an.

Sementara dalam sepekan belakang, IHSG bergerak di kisaran 5.400.

Baca juga: Lelang Sukuk Negara, Pemerintah Kantongi Rp 10 Triliun

"Sekarang saham sudah kembali di atas 5.000. Kami yakin bisa normal kembali 6.000 dalam waktu tidak terlalu lama," ujar Wimboh dalam acara CNBCIndonesia, Selasa (10/11/2020).

Beberapa kebijakan luar biasa yang diambil oleh OJK selama masa pandemi di antaranya yakni pembelian saham emiten tanpa RUPS, pemberian izin untuk autorejection, serta beberapa kebijakan lain agar koreksi IHSG tidak terjadi di luar kendali.

"Karena sudah punya berbagai kebijakan, sehingga kita yakin dengan berbagai kebijakan yang dilakukan akan segera pulih," ujar dia.

Selain itu, dia juga mengatakan, kehadiran vaksin itu dipercaya dapat menjadi salah satu faktor utama untuk pemulihan kesehatan dan perekonomian dari dampak pandemi Covid-19.

Untuk diketahui, perusahaan farmasi asal Amerika Serikat (AS) Pfizer baru saja mengumumkan vaksin Covid-19 yang sedang dikembangkan memiliki tingkat efektivitas sebesar 90 persen.

Kehadiran vaksin itu dipercaya dapat menjadi salah satu faktor utama untuk pemulihan kesehatan dan perekonomian dari dampak pandemi Covid-19.

Wimboh mengatakan temuan Pfizer tersebut meningkatkan kepercayaaan kepada pengusaha.

Baca juga: Imbas Kemacetan di Bandara Soekarno-Hatta, Penerbangan Lion Air Sempat Delay Lebih Dari 1 Jam

Di sisi lain, pengusaha juga harus mengantisipasi hal itu dengan mempercepat proses pemulihan usaha.

"Ini juga akan memberikan confident ke pengusaha kalau ini hanya masalah waktu. Sehingga pengusaha tentunya lebih dini mengantisipasi, jangan ketinggalan kereta," ujar dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X