Sentimen Vaksin Berpeluang Dorong IHSG Menguat, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

Kompas.com - 11/11/2020, 08:00 WIB
Ilustrasi: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGIlustrasi: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018).
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan bergerak menguat pada Rabu (11/11/2020). Sebelumnya IHSG ditutup positif dengan kenaikan 1,9 persen pada level 5.465,73.

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, penguatan IHSG hari ini terdorong sentimen pengembangan vaksin Covid-19 yang terbukti ampuh melawan virus dengan persentase 90 persen kesembuhan.

“Indeks bisa menguat karena faktor vaksin, vaksin dari Pfizer, BioNTech, dan Sinovac terbukti 90 persen mampu melawan Covid-19, jadi pasar mengapresiasi hal tersebut setelah kenaikan jumlah kasus yang terjadi,” kata Hans kepada Kompas.com.

Baca juga: Soal Raibnya Uang Winda Earl, YLKI Soroti Lemahnya Pengawasan OJK dan Manajemen Maybank

Hans bilang, kemunculan vaksin sangat efektif untuk ekonomi global. Di samping sejumlah vaksin tersebut, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) juga memberi izin penggunaan darurat pertama untuk obat bernama Bamlanivimab, dibuat perusahaan farmasi Eli Lilly. Hasil uji coba awal menunjukkan obat tersebut dinilai mampu membersihkan infeksi Covid-19 lebih cepat.

“Di sisi lain, karena diperkirakan vaksin akan efektif, perusahaan-perusahaan teknologi mengalami koreksi rata-rata. Sementara itu, efek Biden masih menjadi sentimen, namun mulai berkurang,” ucap dia.

Hal senada juga disampaikan Research Analyst Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper yang mengatakan, meskipun sentimen vaksin Covid-19 mendominasi, namun pasar perlu waspada atas penguatan indeks yang signifikan selama kenemangan Joe Biden dalam Pilpres AS, di mana indeks bisa mengalami koreksi.

“Namun perlu diwaspadai penguatan sepekan terakhir sudah memasuki area overbought pasca tingginya optimisme atas kemenangan Joe Biden, saat ini rentang penguatan sudah terbatas dan ada potensi mengalami koreksi,” kata dia.

Baca juga: [POPULER MONEY] Kekecewaan Winda Earl | Subsidi Gaji Termin II

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X