Kompas.com - 11/11/2020, 14:52 WIB
Seperti apa siasat toko kelontong dalam menghadapi era Industri 4.0? Shutterstock/RembolleSeperti apa siasat toko kelontong dalam menghadapi era Industri 4.0?

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) melaporkan penjualan eceran pada September 2020 melanjutkan tren perbaikan yang terjadi sejak Juni 2020.

Pertumbuhan Indeks Penjualan Riil (IPR) September 2020 tercatat sebesar -8,7 persen (yoy), membaik dibandingkan pertumbuhan IPR pada Agustus sebesar -9,2 persen (yoy) meski masih di kisaran negatif.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko mengatakan, perbaikan penjualan eceran terjadi pada sebagian besar kelompok komoditas yang dipantau.

Baca juga: PSBB Dilonggarkan, Penjualan Eceran Membaik pada Juni 2020

"Seperti Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau yang tercatat tumbuh positif dalam dua bulan terakhir, serta perbaikan pada sub-Kelompok Sandang dan Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor," ujar Onny dalam siaran pers, Rabu (11/11/2020).

Onny menuturkan, perbaikan penjualan eceran diprakirakan sedikit tertahan pada Oktober 2020 dengan tumbuh sebesar -10,0 persen (yoy).

Sejumlah komoditas, seperti Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau, serta Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi, diprakirakan mengalami penurunan penjualan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, beberapa komoditas diprakirakan mengalami perbaikan kinerja penjualan, antara lain Kelompok Perlengkapan Rumah Tangga dan Bahan Bakar Kendaraan Bermotor.

"Secara bulanan, kinerja penjualan eceran pada Oktober 2020 diprakirakan tumbuh 0,1 persen (mtm), sejalan perayaan hari besar keagamaan nasional (HBKN) dan libur panjang pada akhir bulan," ucapnya.

Baca juga: Penjualan Sepeda Turun 30 Persen pada Agustus-Oktober 2020

Sementara dari sisi harga, tekanan inflasi pada tiga bulan mendatang Desember 2020 diperkirakan meningkat, sedangkan pada enam bulan mendatang, yakni Maret 2021, menurun.

Indikasi peningkatan harga pada Desember 2020 tersebut tecermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) tiga bulan yang akan datang sebesar 142,5, lebih tinggi dibandingkan dengan IEH bulan sebelumnya sebesar 132,5.

Hal tersebut didorong oleh peningkatan permintaan saat HBKN dan libur akhir tahun.

"Sementara itu, IEH enam bulan yang akan datang sebesar 160,0, lebih rendah dibandingkan dengan 166,9 pada bulan sebelumnya, sejalan dengan lancarnya distribusi barang dan pasokan," pungkas Onny.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.