Jokowi Sebut Indeks Inklusi Keuangan RI Jauh Lebih Rendah dari Negara ASEAN Lain

Kompas.com - 11/11/2020, 15:01 WIB
Presiden Jokowi membuka Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) yang akan digelar 31 Oktober hingga 30 November 2020. DOK. KEMENDIKBUDPresiden Jokowi membuka Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) yang akan digelar 31 Oktober hingga 30 November 2020.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo menyoroti indeks inklusi keuangan Indonesia yang masih rendah, bahkan jika dibandingkan dengan negara-negara kawasan di ASEAN.

Jokowi mengatakan, dengan realisasi indeks inklusi keuangan sebesar 76 persen pada tahun 2019, masih terpaut jauh dari Singapura yang sudah mencapai 98 persen, Malaysia 85 persen, hingga Thailand yang sudah 82 persen.

"Kita masih di angka 76 persen," ujar Jokowi dalam Indonesia Fintech Summit 2020 secara virtual, Rabu (11/11/2020).

Baca juga: BI: Penjualan Eceran Pada September 2020 Membaik

Jokowi pun mengatakan, Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah yang cukup banyak terkait peningkatan inklusi keuangan tersebut.

Pasalnya, tingkat literasi keuangan digital di Indonesia masih sangat rendah. Jokowi mengatakan, sebesar 35,5 persen penduduk Indonesia masih menggunakan layanan keuangan informal.

Di sisi lain, baru 32,1 persen masyarakat yang menggunakan layanan keuangan digital.

Padahal, literasi keuangan digital menjadi salah satu strategi yang penting untuk peningkatan inklusi keuangan.

"Saya harap inovator fintech tidak hanya sebagai penyalur pinjaman dan pembayaran online saja, tapi juga sebagai penggerak utama literasi keuangan digital bagi masyarakat," ujar Jokowi.

Namun demikian, Jokowi mengapresiasi kinerja fintech di Tanah Air yang memberikan kontribusi positif bagi perekonomian.

Sebab tahun ini, penyaluran pinjaman yang dilakukan melalui fintech mencapai Rp 128,7 triliun.

Baca juga: Menhub Budi Karya Terima Bintang Mahaputera Adipradana dari Jokowi

Angka tersebut meningkat 113 persen year on year (yoy).

Pada September 2020, terdapat 89 penyelenggara fintech yang berkontribusi Rp 9,87 triliun pada transaksi layanan jasa keuangan di Indonesia dan Rp 15,5 triliun rupiah disalurkan penyelenggara fintech equity crowdfunding berizin.

“Hal ini merupakan perkembangan yang luar biasa," ungkap Jokowi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X