Kompas.com - 11/11/2020, 16:46 WIB
Ilustrasi PHK Dok. JobplanetIlustrasi PHK

"Apalagi pandemi seperti ini, belum tahu kapan akan berakhir. Jadi ketika kita tahu arus kas kita bermasalah, bisa segera kita atasi," ucap Ligwina.

Langkah ketiga adalah menyiapkan dana darurat.

Besaran dana darurat pun, kata dia, sejatinya berbeda-beda.

Baca juga: Alibaba Cetak Rekor Baru di Harbolnas Harga Saham Malah Merosot, Kok Bisa?

Apabila masih lajang atau tidak memiliki tanggungan, dana darurat idealnya sebanyak 4 kali lipat dari jumlah pengeluaran selama sebulan.

Apabila sudah berkeluarga dan memiliki anak, harus setara minimal 12 kali lipat dari pengeluaran sebulan.

Setelah memastikan dana darurat aman, yang harus dipikirkan selanjutnya adalah kebutuhan untuk asuransi.

Sebab, setelah PHK terjadi, fasilitas asuransi dari kantor akan dicabut.

"Setelah itu, barulah mulai memutuskan membuka usaha. Kalau ditanya tips usaha seputar pandemi bagaimana, jawabannya adalah mulai aja dulu, jangan banyak omong. Karena kalau enggak mulai dan cuma ngomong doang, sama saja," ungkap Ligwina.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X