Kalah dari Brasil soal Daging Ayam di WTO, Ini Respons Kementan

Kompas.com - 11/11/2020, 19:10 WIB
Ilustrasi ayam potong. KOMPAS.com/IWAN SUPRIYATNAIlustrasi ayam potong.

JAKARTA, KOMPAS.com - Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian Nasrullah mengatakan, pihaknya tidak mengetahui adanya kemungkinan impor daging ayam potong dari Brasil ke Indonesia.

Hal ini menyusul kekalahan Indonesia terkait sengketa dagang yang dilaporkan Brasil ke Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO). Malah, pihak Kementan sendiri telah bertemu dengan penjabat perdagangan dari Brasil didampingi oleh duta besarnya.

"Jujur sampai dengan hari ini, saya belum tahu orang sudah ribut mau masuk (daging ayam dari Brasil) katanya. Satu bulan lalu, Duta Besar Brasil beserta atase perdagangannya itu ketemu langsung ke dengan saya. Saya minta ke dia berhenti bicara soal unggas, kita bicara yang lain," kata dia dalam diskusi virtual Indef, Rabu (11/11/2020).

Baca juga: RI Lanjutkan Negosiasi Impor Daging Ayam Brasil

Hingga saat ini, dirinya belum menerima surat permohonan impor daging ayam dari Brasil tersebut.

"Makanya saya tidak tahu kalau kemarin saya lihat di beberapa media menyatakan bahwa ini sudah akan dibuka. Permohonan pun belum ada. Jadi, saya minta teman-teman tenang saja dalam hal ini," ucapnya.

Lebih lanjut kata dia, pemerintah melalui Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan tetap berjuang mempertahankan agar tidak banjirnya daging ayam yang masuk ke RI dari Brasil, pasca kekalahan di WTO.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Namun demikian, kita tidak boleh lengah juga. Sekarang kita meningkatkan efisiensi agar kita tidak tergilas dengan produk-produk yang sama dengan harga yang lebih kompetitif. Ini menjadi PR kita. Untuk itu, saya mengajak kepada teman-teman semua, baik itu peternak mandiri, peternak rakyat, para integrator ini harus bersatu," ucap Nasrullah.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencoba bernegosiasi kembali dengan Brasil terkait pembukaan impor daging ayam potong dari negara tersebut.

"Kami masih konsultasi dengan Brasil, memasuki tahap compliance report (pelaporan kepatuhan), Brasil melihat Indonesia belum memenuhi untuk satu sampai dua isu," ujar Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag Iman Pambagyo pada webinar diskusi New Normal dalam Perdagangan Internasional, Jumat (6/11/2020) lalu.

Kendati demikian, ia tak menjelaskan aturan apa saja yang dinilai Brasil masih dilanggar oleh Indonesia. Namun, Iman meyakini, Indonesia sudah patuh pada aturan tersebut dan sesuai dengan ketentuan dari WTO.

Kemendag menilai, pengusaha di Indonesia juga harus meningkatkan daya saing produk daging ayam dalam negeri. Maka, konsumen pun tidak akan tergiur dengan daging ayam dari Brasil, sebab impor akan dilakukan jika memang ada permintaan di dalam negeri. Dengan demikian, ia menilai, peternak ayam dalam negeri tidak pelu khawatir akan potensi banjir daging ayam impor.

Baca juga: Brasil Tangguhkan Uji Klinis Vaksin Covid-19, Bagaimana dengan Indonesia?



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Makan di Tempat Hanya 20 Menit, Pengusaha Warteg: Itu Cukup Membantu Omzet Kami...

Makan di Tempat Hanya 20 Menit, Pengusaha Warteg: Itu Cukup Membantu Omzet Kami...

Whats New
Dana Rp 241,8 Juta Raib di Jenius, BTPN: Nasabah Diperdaya oleh Pelaku Penipuan

Dana Rp 241,8 Juta Raib di Jenius, BTPN: Nasabah Diperdaya oleh Pelaku Penipuan

Whats New
Investasi Reksadana, Apakah Menguntungkan?

Investasi Reksadana, Apakah Menguntungkan?

Earn Smart
[POPULER MONEY] Luhut Ancam Sanksi bagi Pelanggar Aturan PPKM | Keluarga Akidi Tio Sumbang Rp 2 Triliun

[POPULER MONEY] Luhut Ancam Sanksi bagi Pelanggar Aturan PPKM | Keluarga Akidi Tio Sumbang Rp 2 Triliun

Whats New
Soal Debt Collector, Perusahaan Pembiayaan: Penagihan Tidak Serta Merta dengan Eksekusi

Soal Debt Collector, Perusahaan Pembiayaan: Penagihan Tidak Serta Merta dengan Eksekusi

Whats New
Sandiaga Uno : Tingkap Okupansi Dibawah 10 Persen Selama PPKM Level 4

Sandiaga Uno : Tingkap Okupansi Dibawah 10 Persen Selama PPKM Level 4

Whats New
Indef Ungkap Penyebab Rendahnya Penyerapan Anggaran Covid-19 di Daerah

Indef Ungkap Penyebab Rendahnya Penyerapan Anggaran Covid-19 di Daerah

Whats New
SKK Migas Mulai Eksplorasi Migas di Lamongan

SKK Migas Mulai Eksplorasi Migas di Lamongan

Rilis
Ekonom Ingatkan Risiko Kenaikan Defisit Anggaran dari Penambahan PEN

Ekonom Ingatkan Risiko Kenaikan Defisit Anggaran dari Penambahan PEN

Whats New
Luhut Pantau Ketat PPKM Level 4 di Solo Raya dan DIY

Luhut Pantau Ketat PPKM Level 4 di Solo Raya dan DIY

Whats New
Prudential Indonesia Luncurkan Dana Investasi PRULink Dollar AS

Prudential Indonesia Luncurkan Dana Investasi PRULink Dollar AS

Rilis
Menko Airlangga Umumkan Sewa Toko Bebas PPN, Ini Kata Pengusaha Ritel

Menko Airlangga Umumkan Sewa Toko Bebas PPN, Ini Kata Pengusaha Ritel

Whats New
PPKM Diperpanjang hingga 2 Agustus, Ini Ketentuan Pegawai BKN yang Bekerja di Kantor

PPKM Diperpanjang hingga 2 Agustus, Ini Ketentuan Pegawai BKN yang Bekerja di Kantor

Rilis
AP I: Penumpang Pesawat Turun 76 Persen selama PPKM Darurat

AP I: Penumpang Pesawat Turun 76 Persen selama PPKM Darurat

Whats New
Ini Sanksi Bagi Perusahaan Industri yang Langgar Aturan Operasional Selama PPKM Level 4

Ini Sanksi Bagi Perusahaan Industri yang Langgar Aturan Operasional Selama PPKM Level 4

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X