"Ngegas" Anggaran Rp 1.200 Triliun Jelang Garis Finis

Kompas.com - 12/11/2020, 16:14 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (24/2/2019). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIAMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (24/2/2019).
Penulis Mutia Fauzia
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah bakal "ngegas" penuh belanja negara di akhir tahun. Tak tanggung-tanggung, anggaran yang akan dipercepat belanjanya mencapai Rp 1.200 triliun. 

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, percepatan belanja negara dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2020. Adapun anggaran belanja Rp 1.200 triliun tersebut merupakan belanja pemerintah pusat dan daerah.

"Kami masih ada lebih dari Rp 505 triliun APBD yang harus diselesikan, dan lebih dari Rp 700 triliun dari APBN, sehingga total kombinasinya itu ada lebih dari Rp 1.200 triliun untuk kuartal IV," ujar Sri Mulyani ketika memberikan penjelasan di rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Kamis (12/11/2020).

Baca juga: Alfamart Kini Punya 1.000 Gerai di Filipina

Jika dirinci hingga kuartal III, belanja pemerintah pusat baru Rp 1.211,4 triliun dari pagu Rp 1.975,2 triliun. Sementara belanja APBD baru Rp 575,45 triliun dari Rp 1.080,71 triliun.

Dia pun menilai pada kuartal III pemerintah telah menggenjot anggaran belanja dan memberikan dampak yang signfikan terhadap pertumbuhan ekonomi.

Ia berharap akselerasi belanja akan terus meningkat untuk mendukung pembalikan perekonomian.

Hal itu terlihat dari pertumbuhan ekonomi kuartal III yang sudah membaik meski masih tercatat negatif jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

Dia pun berharap pembalikan ekonomi yang sudah terlihiat di kuartal III, lalu bisa berlanjut di akhir tahun ini. Di samping itu, pemerintah juga mendorong percepatan realisasi anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

"Program PEN juga akan terus kita fokuskan, dan tidak hanya sekadar membelanjakan, tapi kita juga akan melihat dengan berbagai survei dampaknya dan tentu dari sisi targeting-nya," jelas dia.

Baca juga: BBM Satu Harga Baru Tersedia di 188 Lokasi

Saat ini realisasi anggaran program PEN sudah Rp 383,01 triliun atau 55,1 persen dari pagu yang disediakan oleh pemerintah sebesar Rp 695,2 triliun. Menurut Sri Mulyani, penyerapan anggaran PEN mengalami akselerasi luar biasa di kuartal III, dan diharapkan bisa terus berlanjut.

Apabila dirinci, realisasi anggaran kesehatan sudah Rp 34,07 triliun atau 35 persen dari pagu, perlindungan sosial Rp 181,11 triliun atau 77,3 persen dari pagu, serta sektoral kementerian/lembaga dan pemda Rp 32,47 triliun atau 49,2 persen dari pagu.

Kemudian, untuk dukungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terealisasi Rp 95,23 triliun atau 82,9 persen dari pagu, insentif usaha sebesar Rp 38,13 triliun atau 31,6 persen dari pagu, dan pembiayaan korporasi Rp 2,001 triliun atau 3,2 persen dari pagu.

"Beberapa program baru akan tersalur pada November 2020, seperti subsidi bantuan gaji termin kedua," ujar dia.

Baca juga: Ditjen Pajak Lelang 6 Mobil Sitaan, Harga Mulai Rp 39,2 Juta



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X