Jenius Berlakukan Biaya Admin Rp 10.000 per Bulan Mulai Januari 2021

Kompas.com - 13/11/2020, 05:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Layanan digital banking PT Bank BTPN Tbk, Jenius, bakal mengenakan biaya administrasi Rp 10.000 per bulan.

Biaya ini akan berlaku pada Januari 2021 untuk seluruh pengguna Jenius.

Biaya Rp 10.000/bulan itu disebut sebagai Feesible, yakni biaya berlangganan untuk memanfaatkan seluruh layanan dalam ekosistem finansial yang terhubung dengan akun Jenius. 

Baca juga: Setelah BNI TapCash, Jenius Buka Peluang Kolaborasi dengan Penyedia Uang Elektronik Lain

Digital Banking Head Bank BTPN Irwan S. Tisnabudi mengatakan, pengenaan biaya ini bakal membantu Jenius mewujudkan mimpi yang lebih besar untuk membangun bisnis digital yang berkelanjutan.

Pihaknya akan terus mempersembahkan beragam inovasi dan melahirkan fitur- fitur baru supaya kehidupan pengguna Jenius menjadi lebih mudah.

"Dukungan dari digital savvy sangat berarti bagi kami untuk pemberlakuan Feesible ini agar dapat bersama-sama mewujudkan impian dan menyediakan solusi life finance yang lebih baik bagi pengguna Jenius," kata Irwan kepada Kompas.com, Kamis (12/11/2020).

Dengan membayar Rp 10.000, pengguna Jenius bisa menggunakan beragam fitur, meliputi tabungan yang terdiri dari 3 tabungan fleksibel (Flexi Saver), 5 tabungan autodebit (Dream Saver), serta deposito berjangka (Maxi Saver) yang jumlahnya bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

Kemudian fitur kartu debit Jenius, meliputi 1 kartu debit utama (m-Card), 1 kartu debit virtual (e-Card), dan 3 kartu debit tambahan (x-Card).

Kartu debit ini tidak akan dikenakan biaya administrasi bulanan.

Baca juga: OJK: BPR Pasti Isunya Fraud, Jadi Jangan Heran Kalau Kita Tutup

Pengguna juga bisa mengaktifkan, melakukan jual/beli sesuai kebutuhan, dan bertransaksi dengan 7 mata uang asing yang tersedia secara otomatis di m-Card.

Begitupun dengan fitur lainnya, seperti catatan history transaksi, buku harian keuangan (moneytory), top up dompet digital (e-Wallet), berbelanja dengan Jenius Pay, membayar tagihan, dan sebagainya.

"Ke depan, para pengguna dapat memanfaatkan lebih banyak inovasi dalam bentuk fitur-fitur baru dari Jenius," pungkas Irwan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Suku Bunga Acuan BI Terus Naik, LPS: Perbankan Merespons Secara Bertahap

Suku Bunga Acuan BI Terus Naik, LPS: Perbankan Merespons Secara Bertahap

Whats New
Buwas Sebut Ada Pelaku Usaha yang Memainkan Harga Beras

Buwas Sebut Ada Pelaku Usaha yang Memainkan Harga Beras

Whats New
Bulog Hanya Bisa Serap Beras Komersial 166.000 Ton

Bulog Hanya Bisa Serap Beras Komersial 166.000 Ton

Whats New
Sayurbox Pastikan Karyawan yang Terkena PHK Masih Dapat Pesangon

Sayurbox Pastikan Karyawan yang Terkena PHK Masih Dapat Pesangon

Whats New
Semakin Berkurang, Cadangan Beras Pemerintah di Bulog Sisa 295.337 Ton

Semakin Berkurang, Cadangan Beras Pemerintah di Bulog Sisa 295.337 Ton

Whats New
Ancaman Resesi 2023, Bos LPS Yakin Tidak Ada Bank Besar yang Jatuh

Ancaman Resesi 2023, Bos LPS Yakin Tidak Ada Bank Besar yang Jatuh

Whats New
Sri Mulyani: Menjelaskan APBN Pakai Angka, Orang Biasanya Tidak Nyambung

Sri Mulyani: Menjelaskan APBN Pakai Angka, Orang Biasanya Tidak Nyambung

Whats New
Mayoritas Karyawan GOTO Belum Eksekusi Opsi Saham ESOP

Mayoritas Karyawan GOTO Belum Eksekusi Opsi Saham ESOP

Whats New
Ini Profil 4 BUMN yang Bakal Melantai di Bursa Tahun Depan

Ini Profil 4 BUMN yang Bakal Melantai di Bursa Tahun Depan

Whats New
Babak Baru Polemik Perbedaan Data Stok Beras Kementan Vs Bulog

Babak Baru Polemik Perbedaan Data Stok Beras Kementan Vs Bulog

Whats New
Soal Titipan Jadi ASN, Menteri PANRB: Secara Sistem Sudah Terkunci, Seleksinya Terbuka

Soal Titipan Jadi ASN, Menteri PANRB: Secara Sistem Sudah Terkunci, Seleksinya Terbuka

Whats New
Asuransi Ini Bisa Tanggung Biaya Pengobatan Tradisional China

Asuransi Ini Bisa Tanggung Biaya Pengobatan Tradisional China

Whats New
Jelang Libur Nataru, Kemenhub Ungkap Persiapan Transportasi Laut

Jelang Libur Nataru, Kemenhub Ungkap Persiapan Transportasi Laut

Whats New
Soal Aturan Baru Harga Rumah Subsidi, Sri Mulyani: Sedang Diatur, Alokasi Anggaran Sudah Ada

Soal Aturan Baru Harga Rumah Subsidi, Sri Mulyani: Sedang Diatur, Alokasi Anggaran Sudah Ada

Whats New
Jumlah Penumpang Pesawat Diprediksi Naik 52,7 Persen Selama Libur Natal dan Tahun Baru

Jumlah Penumpang Pesawat Diprediksi Naik 52,7 Persen Selama Libur Natal dan Tahun Baru

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.