AS Terbitkan Larangan Investasi yang Membantu Militer China

Kompas.com - 13/11/2020, 07:21 WIB
Ilustrasi investasi emas untuk pemula. (DOK. SHUTTERSTOCK) Ilustrasi investasi emas untuk pemula. (DOK. SHUTTERSTOCK)

WASHINGTON DC, KOMPAS.com – Presiden AS Donald Trump menerbitkan aturan terkait dengan larangan warga negara AS untuk berinvestasi di perusahaan China yang terbukti berdasarkan investigasi Gedung Putih, merupakan perusahaan yang mendukung militer China.

Bleid yang ditandatangani pada Kamis (12/11/2020) waktu setempat, melarang perusahaan atau individu warga negara Amerika memiliki saham serta berinvestasi pada 31 perusahaan yang diidentifikasi oleh Departemen Pertahanan AS, mendanai militer China.

"China semakin mengeksploitasi modal Amerika Serikat untuk sumber daya dan memungkinkan pengembangan dan modernisasi militer, intelijen, dan perangkat keamanan lainnya," kata presiden dalam perintah tersebut, seperti dikutip dari laman CNBC, Jumat (13/11/2020).

Baca juga: Biden Terpilih Jadi Presiden, Bagaimana Nasib Perjanjian Dagang RI-AS di Era Trump?

Trump melanjutkan, investasi itu memungkinkan China secara langsung mengancam AS dan pasukan AS di luar negeri, termasuk pengembangan dan penggunaan senjata pemusnah massal, senjata konvensional canggih, dan tindakan penyalahgunaan keamanan data siber terhadap warga AS.

Bleid tersebut mulai diberlakukan pada 11 Januari 2021 mendatang, dengan beberapa nama besar perusahaan China, seperti perusahaan perusahaan teknologi dan komunikasi seperti Inspur Group, Huawei dan China Telecommunications Corp.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

AS berpendapat, perusahaan-perusahaan ini memungkinkan evolusi militer China melalui akses teknologi dan keahlian canggih.

Sebagai hasilnya, sebagian mengarah pada ekspansi global Beijing yang agresif.

Perintah tersebut muncul setelah berbulan-bulan peringatan mengenai keamanan nasional, terkait dengan tindakan atas perusahaan yang mendukung ambisi militer China atau perusahaan yang gagal memenuhi standar audit AS.

Direktur Dewan Ekonomi Nasional AS, Larry Kudlow dan penasihat keamanan nasional Robert O'Brien memimpin seruan pemerintah AS tersebut untuk menindak investasi AS di perusahaan China.

“Tindakan Presiden berfungsi untuk melindungi investor Amerika agar tidak secara tidak sengaja memberikan modal yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan badan intelijen militer China,” kata O'Brien.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber CNBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Tengah Pandemi, Kinerja BPR dan BPRS Tetap Moncer

Di Tengah Pandemi, Kinerja BPR dan BPRS Tetap Moncer

Whats New
Jumlah BPR Terus Menyusut, Ini Penyebabnya

Jumlah BPR Terus Menyusut, Ini Penyebabnya

Whats New
Cabai Naik, Simak Daftar Harga Sembako Hari Ini di Jakarta

Cabai Naik, Simak Daftar Harga Sembako Hari Ini di Jakarta

Spend Smart
Targetkan Nol Emisi pada 2060, Menko Airlangga: Kuncinya Maksimalkan Teknologi Hijau

Targetkan Nol Emisi pada 2060, Menko Airlangga: Kuncinya Maksimalkan Teknologi Hijau

Whats New
Rincian Harga Emas Antam Hari Ini Mulai dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Antam Hari Ini Mulai dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Whats New
Ekonomi Digital Tiap Daerah Tidak Merata, Ini Sebabnya

Ekonomi Digital Tiap Daerah Tidak Merata, Ini Sebabnya

Whats New
Simak Kurs Rupiah terhadap Dollar AS di BCA, BRI, BNI, Mandiri, dan CIMB Niaga

Simak Kurs Rupiah terhadap Dollar AS di BCA, BRI, BNI, Mandiri, dan CIMB Niaga

Whats New
Kekhawatiran Omicron Mereda, IHSG dan Rupiah Awal Sesi Kompak Menguat

Kekhawatiran Omicron Mereda, IHSG dan Rupiah Awal Sesi Kompak Menguat

Whats New
KSPI: Aksi Mogok Nasional 6-8 Desember 2021 Tetap Dilakukan

KSPI: Aksi Mogok Nasional 6-8 Desember 2021 Tetap Dilakukan

Whats New
Besok Diblokir, Segera Tukarkan Kartu ATM Magnetik BCA Anda!

Besok Diblokir, Segera Tukarkan Kartu ATM Magnetik BCA Anda!

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Dari Rugi, Laba Bersih INOV Meroket 253,6 Persen pada Kuartal III-2021

Dari Rugi, Laba Bersih INOV Meroket 253,6 Persen pada Kuartal III-2021

Whats New
Minta Masyarakat Tak Panik Hadapi Omicron, Luhut: Kita Hanya Perlu Waspada...

Minta Masyarakat Tak Panik Hadapi Omicron, Luhut: Kita Hanya Perlu Waspada...

Whats New
Kekhawatiran akan Omicron Reda, IHSG Lanjutkan Kenaikan? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Kekhawatiran akan Omicron Reda, IHSG Lanjutkan Kenaikan? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
Dari Tantangan hingga Solusi, Begini Cara Adaptasi Industri Manufaktur di Era New Normal

Dari Tantangan hingga Solusi, Begini Cara Adaptasi Industri Manufaktur di Era New Normal

BrandzView
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.