Mungkinkah IHSG Bisa Tembus 6.000 hingga Akhir Tahun?

Kompas.com - 13/11/2020, 10:11 WIB
Ilustrasi: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGIlustrasi: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com – Beragam kebijakan di pasar modal yang diberlakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) dinilai mampu mendorong pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menduduki level 6.000 di akhir tahun. 

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso beberapa waktu lalu dalam video konferesi secara virtual.

Namun, di tengah ketidakpastian yang terjadi, mungkinkah hal tersebut dapat terjadi?

Baca juga: Akhir Pekan, IHSG Masih Terkapar di Zona Merah

Analis Sucor Sekuritas Hendriko Gani mengatakan, mungkin saja IHSG bisa menembus level tersebut karena saat ini foreign inflow cukup besar.

“Mungkin saja, karena foreign inflow yang cukup besar. Kemudian, efektivitas vaksin juga menunjang perbaikan ekonomi global sehingga investor mulai mengincar asset-aset berisiko untuk mendapat return,” ujar Hendriko kepada Kompas.com melalui pesan singkat.

Selain itu, kata Hendriko, sentimen ekternal dari Pilpres AS yang dimenangakan oleh Joe Biden direspon positif oleh market dunia, terutama emerging market seperti Indonesia.

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee sempat bilang, kemenangan Biden bisa membawa angin segar untuk ekspor impor Indonesia.

Selain itu juga mengurangi ketegangan antara AS dan China yang mana sebelumnya terjadi di masa kepemimpinan Donald Trump.

Namun demikian, Hans membantah jika IHSG bisa menembus level 6.000.

Menurut dia, pasar saat ini sangat volatile sekali akibat belum tersedianya vaksin Covid-19 yang bisa didunakan secara umum atau hanya skala terbatas.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Besaran dan Kriteria Penerima Beasiswa Anak Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Besaran dan Kriteria Penerima Beasiswa Anak Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Whats New
Jokowi: Untung Kita Tak Impor, Stok Beras di Bulog Cukup

Jokowi: Untung Kita Tak Impor, Stok Beras di Bulog Cukup

Whats New
Pertamina Dukung Investigasi Kepolisian Terkait Kebakaran Kilang Balongan

Pertamina Dukung Investigasi Kepolisian Terkait Kebakaran Kilang Balongan

Whats New
Program Ekspor Shopee Mudahkan UMKM Solo Jualan Produk ke Luar Negeri

Program Ekspor Shopee Mudahkan UMKM Solo Jualan Produk ke Luar Negeri

Work Smart
Astra International Suntik Dana Rp 580 Miliar ke Sayurbox dan Halodoc

Astra International Suntik Dana Rp 580 Miliar ke Sayurbox dan Halodoc

Rilis
TaniHub Ekspor Produk Pertanian ke UEA, Pemerintah Lihat Peluang Besar

TaniHub Ekspor Produk Pertanian ke UEA, Pemerintah Lihat Peluang Besar

Whats New
Update 16 Bandara yang Sudah Buka Layanan Tes GeNose C19

Update 16 Bandara yang Sudah Buka Layanan Tes GeNose C19

Whats New
Bogasari Fasilitasi UKM Urus Izin Usaha SPP-IRT, Begini Cara dan Manfaatnya

Bogasari Fasilitasi UKM Urus Izin Usaha SPP-IRT, Begini Cara dan Manfaatnya

Rilis
BUMN Ini Ekspor 176 Ton Teh ke AS untuk Pasokan Starbucks

BUMN Ini Ekspor 176 Ton Teh ke AS untuk Pasokan Starbucks

Whats New
Kuartal Pertama 2021, Pendapatan Astra Internasional Turun 4 Persen

Kuartal Pertama 2021, Pendapatan Astra Internasional Turun 4 Persen

Whats New
Kini AirAsia Rambah Bisnis Produk Kecantikan

Kini AirAsia Rambah Bisnis Produk Kecantikan

Whats New
Sri Mulyani: Tidak Mungkin Jadi Negara Maju, Kalau Perempuannya Tidak Dididik

Sri Mulyani: Tidak Mungkin Jadi Negara Maju, Kalau Perempuannya Tidak Dididik

Whats New
[TREN ENTREPRENEUR KOMPASIANA] Soft Skill untuk Milenial | 'Winning Attitude' bagi Sales | Sisi Lain Jualan Durian

[TREN ENTREPRENEUR KOMPASIANA] Soft Skill untuk Milenial | "Winning Attitude" bagi Sales | Sisi Lain Jualan Durian

Rilis
Nasabah Komplain soal Unit Link, Ini Respons Bos Prudential

Nasabah Komplain soal Unit Link, Ini Respons Bos Prudential

Whats New
OJK Diminta untuk Izinkan Fintech Beri Pembiayaan di Atas Rp 2 Miliar

OJK Diminta untuk Izinkan Fintech Beri Pembiayaan di Atas Rp 2 Miliar

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X