10 Kiat Memulai Bisnis buat Milenial di Tengah Badai Resesi

Kompas.com - 14/11/2020, 17:00 WIB
Ilustrasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) (Dok. Shutterstock) Ilustrasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)

JAKARTA, KOMPAS.com - Sudah tahu kan Indonesia masuk resesi. Mencari kerja pasti susahnya minta ampun. Yang kerja saja, dibayang-bayangi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Daripada stres sendiri memikirkan kerjaan, lebih baik coba ciptakan lapangan kerja. Ya, kamu yang jadi bosnya alias bikin usaha.

Meski ekonomi lagi sulit, tetapi peluang membangun usaha atau bisnis terbuka lebar. Asal jeli melihat pasar, kamu akan dengan mudah merealisasikan mimpi tersebut.

Simak beberapa tips memulai atau membangun usaha bagi milenial, seperti dikutip dari Cermati.com.

1. Cari tahu apa yang kamu suka

Bekerja di bidang yang kamu tidak suka, pasti isinya mengeluh terus. Uring-uringan, tidak betah. Begitupun mendirikan usaha.

Oleh karena itu, sebelum memulai bisnis, cari tahu apa yang kamu sukai. Misalnya kamu suka memasak, maka buka rumah makan, kafe, restoran, atau bisnis kuliner lain, seperti buka katering, terima pesanan kue, dan sebagainya.

Kalau kamu membangun usaha sesuai minat, pasti hasilnya akan positif. Karena kamu menjalankannya dengan penuh rasa cinta dan sepenuh hati.

Baca juga: Akhir Pekan, Harga Emas Antam Naik Rp 7.000

2. Cari target pasar

Setelah tahu bisnis apa yang cocok denganmu, cari tahu juga siapa yang akan menjadi target pasarmu. Apakah bisnismu ditujukan untuk segmen anak-anak, remaja, dewasa, atau tua. Kalangan bawah, menengah, atau atas. Juga jenis kelamin dan pendidikan.

Dengan begitu, kamu akan dapat membuat atau menjual barang atau jasa sesuai target pasarmu. Sehingga tepat sasaran.

3. Cari informasi yang relevan

Langkah selanjutnya adalah mencari informasi yang berhubungan dengan bisnis yang akan kamu bangun. Misalnya ingin buka bisnis fesyen. Kamu perlu mencari informasi pemasok bahan pakaian yang bagus dan rumah, tren fesyen, macam-macam bahan, dan lainnya.

Dalam hal ini, kamu bisa memperoleh informasi tersebut dari internet, teman, keluarga, dan sumber lainnya. Semakin banyak informasi yang kamu dapat, makin banyak pula referensinya.

Tetapi pastikan kamu menyaring informasi yang didapat. Jangan asal ‘telan’ semua informasi. Pilih yang mana yang paling pas untuk bisnismu nanti.

Baca juga: Jadi Orang Kaya Raya Bukan Mustahil asal Pakai Cara Ini

4. Lanjut buat konsep bisnis

Jangan ketinggalan membuat konsep bisnis. Dari mulai pra produksi, produksi, sampai pasca produksi. Buat gambaran kasarnya atau kerangka besarnya.

Konsep bisnis ini akan membantumu memaksimalkan rencana bisnis yang ingin kamu wujudkan. Kalau perlu diskusikan konsep bisnis tersebut kepada orang yang menjadi mentormu.

Dengan begitu, kamu akan mendapatkan masukan, kritik, dan saran agar konsep tersebut lebih baik dan dapat dijalankan dengan maksimal.

5. Hitung modal usaha

Begitu konsep tersusun secara menyeluruh, saatnya menghitung modal usaha. Di antaranya modal pembelian peralatan usaha, pengadaan aset, maupun perlengkapan kantor apabila dibutuhkan.

Jika ingin merekrut tenaga kerja, hitung pula modal untuk gaji karyawan. Tak ketinggalan, biaya listrik, telepon, air, sewa tempat, dan biaya operasional lain.

Pastikan kamu sudah menyiapkan dananya. Apabila ternyata masih kurang modal, sementara biaya operasionam maupun non-operasional sudah tidak bisa dipangkas, kamu dapat memanfaatkan fasilitas pinjaman dari bank.

Baca Juga: Fix! Indonesia Resmi Resesi. Ini Buktinya

6. Realisasikan usaha

Harus ada aksi untuk mewujudkan mimpi. Jadi, jangan hanya rencana dan konsep bisnis. Realisasikan menjadi nyata.

Bangun usaha sesuai rencana dan konsep bisnis yang sudah kamu buat. Pastikan tidak ada yang terlewat. Jalankan strategi produksi dan pemasaran yang tepat agar dapat menghasilkan.

7. Minta pendapat dari konsumen

Bisnis sudah berjalan beberapa hari, minggu, atau bulan, lakukan evaluasi. Kalau dirasa tidak sesuai target, evaluasi kekurangannya.

Minta kritik dan saran dari konsumen. Apakah barang atau jasa yang kamu jual dan dibeli oleh mereka sudah menjawab kebutuhan mereka. Apa yang harus diperbaiki atau harus ditingkatkan dari produkmu.

Kamu dapat meminta pendapat konsumen secara langsung, maupun lewat suara konsumen dan media sosial. Kerahkan semua kanal untuk menampung aspirasi konsumen, termasuk pengaduan.

Setelah itu, lakukan perbaikan menyeluruh. Kalau perlu kembangkan produk yang sudah ada atau buat produk baru, agar produk tersebut merupakan jawaban dari kebutuhan dan keinginan konsumen.

Baca juga: Begini Cara Mendapatkan NPWP Elektronik

8. Ikuti seminar bisnis

Pengusaha yang sukses adalah mereka yang mau belajar. Belajar dari kesalahan maupun belajar dari orang lain.

Perbanyak pengetahuan, wawasan, dan asah jiwa bisnismu dari mentor-mentor berpengalaman. Ikuti seminar, training, atau workshop bisnis berbayar maupun gratisan.

Dengan mengikuti seminar bisnis ini, kamu juga akan memperluas jaringan. Berkenalan dengan pengusaha lain di bidang yang sama atau berbeda.

Kalau punya koneksi yang banyak dan luas, kamu dapat memanfaatkannya untuk kepentingan bisnis.

Contohnya menawarkan projek kerja sama, menawarkan sebagai investor atau pemodal, bahkan menjadi tempat sharing. Bisa juga dari beberapa koneksi menjadi mentor Anda.

9. Kelola keuntungan dengan tepat

Apabila bisnis atau usahamu sudah menghasilkan, mengantongi laba atau keuntungan, kelola secara tepat. Contohnya diputar lagi untuk mengembangkan usaha jadi lebih besar.

Keuntungan bisnis jangan dipakai untuk kepentingan pribadi. Karena uang bisnis dan pribadi jadi campur aduk. Masalah ini menjadi salah satu penyebab bisnis hancur.

Baca juga: Berapa Saham Pemprov DKI di Perusahaan Bir Anker?

10. Tetap fokus membangun bisnis

Fokuslah pada bisnis yang kamu bangun. Pikiran jangan bercabang atau kemaruk membuka usaha lain. Lebih baik kembangkan satu bisnis dari skala kecil menjadi besar. Dari skala nasional menjadi internasional.

Itu lebih baik dibanding kamu membuka banyak bisnis, tetapi tidak fokus. Akhirnya karena tidak digarap serius, semua bisnis menjadi kacau balau.

Berani Bermimpi dan Mencoba

Setiap orang harus punya mimpi setinggi langit. Tetapi tidak berhenti sampai disitu saja. Kamu harus bertindak.

Berani mencoba untuk menggapai mimpi tersebut, meskipun dalam membangun bisnis penuh risiko dan jalannya terjal.

Jika mengalami kegagalan, jangan langsung putus asa. Cari solusinya dan bangkit dengan menempuh jalan lain.

Bisnis penuh dengan risiko. Siapa yang berani mengambil risiko, dialah yang akan jadi pemenang. Tentunya kamu harus memikirkan dan mencari mitigasi atau cara untuk mengurangi risiko bisnis tersebut.

Baca juga: OJK Jamin Duit Tabungan Winda Akan Diganti Maybank Asalkan...

Artikel ini merupakan hasil kerja sama antara Kompas.com dan Cermati.com. Isi Artikel menjadi tanggung jawab sepenuhnya Cermati.com.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X