Jelang Akhir Tahun, Simak Portofolio Investasi yang Bisa Dilirik

Kompas.com - 16/11/2020, 05:07 WIB
Ilustrasi shutterstock.comIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Jelang penutupan akhir tahun, kondisi pasar keuangan cenderung mulai menunjukkan perbaikan. Hal ini membuat investor bisa cukup optimistis terhadap prospek portofolio mereka.

Direktur Panin Asset Management Rudiyanto menegaskan, dalam penyusunan portofolio investor harus mendasarinya dengan tiga komponen, seperti profil risiko, tujuan investasi, dan keadaan keuangannya.

"Dalam segala kondisi baik harga saham sudah rally dan sebagainya, investasi bisa dilakukan dengan cara aset alokasi yang didasarkan pada ketiga komponen di atas," ucap Rudy kepada Kontan, Minggu (15/11/2020).

Baca juga: Marak Investasi Emas Fisik Via Digital, Ini yang Perlu Diperhatikan Investor

Mendekati akhir tahun, jika investor masih bingung dalam menyusun portofolio berdasarkan profil risiko, Rudiyanto merekomendasikan untuk membuat portofolio secara sederhana dengan dibuat berimbang antara reksadana berbasis saham, reksadana berbasis obligasi, dan reksadana USD berbasis obligasi dollar AS.

Dalam penetapan bobotnya sendiri bisa dibagi rata. "Jika profilnya agresif, bobot di reksa dana berbasis saham bisa agak dinaikkan," jelasnya.

Sedangkan sebagai pilihan safe haven, dia menilai greenback bisa jadi pilihan menarik, mengingat harganya yang saat ini cenderung murah. Ditambah lagi, Rudiyanto menilai program stimulus AS kemungkinan akan dibiayai oleh kenaikan tarif pajak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan begitu, ada kemungkinan porsi quantitative easing (QE) oleh Bank Sentral AS (The Fed) bakal lebih kecil.

"Sehingga, asumsi bahwa dollar AS akan terus melemah terus, belum tentu akan terjadi. Malah ada kemungkinan dollar AS menguat seiring vaksin corona yang akan mulai didistribusikan tahun depan," ungkapnya.

Prediksinya, nilai wajar untuk pasangan USD-IDR di tahun depan berada di kisaran Rp 14.500 per dollar AS hingga Rp 14.700 per dollar AS.

Di sisi lain, untuk prospek aset seperti emas di Indonesia, Ezra menilai masih belum efisien karena selisih antar harga jual dan beli kembali masih cukup jauh. Apalagi ada selisih antara harga emas Indonesia dengan harga emas dunia.

"Untuk itu, saya tidak begitu menyarankan (emas) kecuali investor bisa menemukan investasi berbasis emas yang harganya lebih efisien," tandasnya. (Intan Nirmala Sari)

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Susun portofolio investasi jelang tutup tahun, dolar AS bisa jadi pilihan safe haven



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KKP Legalkan 10 Kelompok Alat Tangkap, dari Pukat Cincin hingga Jaring Tarik

KKP Legalkan 10 Kelompok Alat Tangkap, dari Pukat Cincin hingga Jaring Tarik

Whats New
Ada PPKM, Tingkat Pengangguran dan Kemiskinan Diproyeksi Kembali Meningkat

Ada PPKM, Tingkat Pengangguran dan Kemiskinan Diproyeksi Kembali Meningkat

Whats New
Triwulan II-2021, Laba Bank BJB Tumbuh 14,4 Persen

Triwulan II-2021, Laba Bank BJB Tumbuh 14,4 Persen

Whats New
Soal Usulan Sertifikat Vaksin Jadi Syarat Masuk Mal, Ini Kata Pengelola Pusat Belanja

Soal Usulan Sertifikat Vaksin Jadi Syarat Masuk Mal, Ini Kata Pengelola Pusat Belanja

Whats New
KSP Sahabat Mitra Sejati Berikan Pembiayaan dan Pendampingan untuk UMKM

KSP Sahabat Mitra Sejati Berikan Pembiayaan dan Pendampingan untuk UMKM

Whats New
Realisasi Investasi Semester I-2021 Rp 442,8 Triliun, Baru 49,2 Persen dari Target

Realisasi Investasi Semester I-2021 Rp 442,8 Triliun, Baru 49,2 Persen dari Target

Whats New
Ekonomi RI Diproyeksi Tumbuh 3 Persen pada 2021, Ekspor Jadi Penopang

Ekonomi RI Diproyeksi Tumbuh 3 Persen pada 2021, Ekspor Jadi Penopang

Whats New
BPPT Jalankan 'Pilot Plan' untuk Bantu Kembangan Energi Baru Terbarukan di RI

BPPT Jalankan "Pilot Plan" untuk Bantu Kembangan Energi Baru Terbarukan di RI

Rilis
Pendaftaran Prakerja Gelombang 18 Kapan Dibuka? Ini Bocorannya

Pendaftaran Prakerja Gelombang 18 Kapan Dibuka? Ini Bocorannya

Whats New
Sektor Pariwisata dan Transportasi Bakal Diguyur Insentif Modal Kerja

Sektor Pariwisata dan Transportasi Bakal Diguyur Insentif Modal Kerja

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Jepang Layak sebagai Tuan Rumah Olimpiade hingga Impian Disabilitas Semakin Didengar Dunia

[KURASI KOMPASIANA] Jepang Layak sebagai Tuan Rumah Olimpiade hingga Impian Disabilitas Semakin Didengar Dunia

Rilis
Realisasi Investasi Kuartal II-2021 Capai Rp 223 Triliun

Realisasi Investasi Kuartal II-2021 Capai Rp 223 Triliun

Whats New
OJK Yakin Pembentukan Klaster Pertanian Bisa Genjot Penyaluran KUR

OJK Yakin Pembentukan Klaster Pertanian Bisa Genjot Penyaluran KUR

Whats New
470.504 Pelamar CPNS dan PPPK Dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat

470.504 Pelamar CPNS dan PPPK Dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat

Whats New
RI-Jepang Kembangkan SDM Industri Otomotif Era Industri 4.0 di Tanah Air

RI-Jepang Kembangkan SDM Industri Otomotif Era Industri 4.0 di Tanah Air

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X